Peristiwa

110 Tahun Suryalaya, Perjuangan Panjang Penuh Rintangan

Kabupaten Tasik | Jalan panjang nan terjal telah dilalui Pondok Pesantren Suryalaya. Banyak rintangan. Sarat hambatan. Dan kini, usianya sudah satu abad lebih. Pesantren yang didirikan  Syekh Abdullah Mubarok, 1905, itu bernafaskan Tarekat Qodiriyyah wa Naqsyabandiyyah.

Tak mudah bagi pria yang kelak dikenal Abah Sepuh itu membangun pesantren. Hidup di zaman penjajahan bukanlah hal yang mudah. Gerak-geriknya tak luput dari pantauan kompeni. Bahkan beliau pernah merasakan dinginnya lantai penjara. Asisten Residen Tasikmalaya menahannya dengan tuduhan mendirikan pesantren tanpa izin bupati, menyebarkan ajaran menyimpang, dan membangkitkan kebencian kepada Belanda.

“Semua kegiatan pesantren dicurigai. Kalau ada tamu yang datang ke sini, identitas dan kepentingannya harus jelas. Pesantren diawasi intel-intel Belanda,” ujar Pimpinan Ponpes Suryalaya, KH Zaenal Abidin Anwar, beberapa hari lalu.

Ia menegaskan, cengkraman penjajah telah membuat pesantren dan kehidupan masyarakat pada umumnya menderita. Serbasusah. Dan itu dirasakan sampai Indonesia telah merdeka. Kendati penjajah sudah angkat kaki dari Bumi Pertiwi, roda ekonomi masih tersendat. Di tahun 1960-an, misalnya, dalam sehari makan hanya sekali. Lauknya seadanya. “Cuma nasi dan ikan teri yang disangrai,” sebut Kiai Zaenal.

Perlahan, Ponpes Suryalaya berdiri tegak. Segala rintangan terjal telah dilalui. Suryalaya mantap menatap masa depannya. Namanya tidak saja terkenal di Indonesia, tapi sudah mendunia. Perwakilannya ada di Malaysia, Singapura, Australia, dan negeri jiran lainnya.

Selain pondok pesantren, lembaga pendidikan formal pun sudah terbentuk, mulai taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Lahan pesantren yang semula beberapa petak, kini telah meluas menjadi 36 hektar. Sampai saat ini sudah ada 61 perwakilan Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya yang tersebar di dalam dan luar negeri.

“Kalau sedang ada acara seperti ini, saya suka sedih. Ingat Abah,” ujar Kiai Zaenal saat berbincang dengan initasik.com di teras rumahnya. Sejak 24 Agustus 2015 hingga 5 September 2015, Ponpes Suryalaya memeringati Hari Jadi yang ke-110. Tahun ini merupakan perayaan lima tahunan. Semarak. Berbagai acara digelar, mulai pameran, pawai natura, olimpiade, pelayanan kesehatan, khitanan massal, dan lain-lain. initasik.com|sep

Komentari

komentar