Informasi

15 Persen Bayi di Kota Tasik Mengalami Gangguan Pertumbuhan

initasik.com, informasi | Sekitar 15 persen bayi di Kota Tasikmalaya mengalami gangguan pertumbuhan atau stunting, sehingga tinggi tubuhnya lebih pendek dibanding anak-anak seusianya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Cecep Z Kholis, mengatakan, berdasarkan bulan pertimbangan (bulan perkembagan setiap bayi), jumlah bayi stunting di Kota Tasikmalaya hanya sekitar 15 persen dari total keseluruhan bayi.

Meskipun jumlahnya di bawah rata-rata nasional yang berkisar di angka 30 persen, Cecep menegaskan, keadaan itu masih harus terus ditekan. Pasalnya, banyak risiko yang harus dihadapi bayi stunting.

Selain mengalami kekurangan tinggi badan, ada beberapa ancaman kesehatan yang bisa dialami bayi di kemudian hari. Beberapa di antaranya adalah risiko otak bayi sulit berkembang dan mencerna berbagai hal, bahkan sampai ancaman kematian dini.

Untuk itu, Cecep menyarankan, bagi para ibu yang kini sedang mengalami kehamilan agar memenuhi nutrisi sebaik, dan pemberian ASI eksklusif bagi bayi yang baru lahir. Menurutnya, ASI memiliki banyak nutrisi yang mudah dicerna oleh tubuh bayi, dan harus dibarengi asupan nutrisi yang baik. “Keadaan bayi stunting saat ini menjadi salah satu masalah yang kami prioritaskan untuk ditangani,” tandasnya, Senin, 2 Juli 2018.

Cecep mengaku, selama ini pihaknya telah banyak melakukan sosialisasi terkait pentingnya asupan nutrisi saat ibu mengalami kehamilan. “Dari mulai saat awal pertama kehamilan, bahkan para gadis yang masih bersekolah di SMA pun kita lakukan sosialisasi. Sebagai bekal pengetahuan mereka di kemudian hari. Tepatnya saat setelah menikah dan mengalami masa kehamilan,” tuturnya. [Eri]