Peristiwa

2015, Kali Pertama Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-383

Kabupaten Tasik | Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya tahun ini berbeda dibanding sebelumnya. Biasanya, itu diperingati pada 21 Agustus. Mulai 2015, untuk kali pertama, peringatannya digelar pada 26 Juli. Alasan tanggal 21 Agustus diperingati sebagai Hari Jadi yang didasarkan pada Prasasti Geger Hanjuang, telah diluruskan para ahli.

Guru Besar sejarah Unpad, Prof. Sobana Hardjasaputra, misalnya, menegaskan, tanggal 21 Agustus itu merupakan berdirinya Kebhataraan di Galunggung. Informasi tersebut ada dalam prasasti Geger Hanjuang, 13 Bhadrapada 1033 Saka, atau 21 Agustus 1111 M.

Berdasarkan penelusurannya, Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya yang benar adalah tanggal 26 Juli 1632, sesuai piagam Sultan Mataram pada 9 Muharram Tahun Jim Akhir yang mengangkat Ngabehi Wirawangsa sebagai Mantri Agung Bupati Sukapura. Berarti, usia Kabupaten Tasikmalaya sudah 383 tahun.

Setelah dilakukan penelusuran sejarah, dokumen, saresehan, dan studi komparasi yang melibatkan sejarawan, pakar hukum administrasi negara, pakar ilmu pemerintahan, dan seluruh stakeholders, akhirnya Pemkab Tasikmalaya dan DPRD sepakat untuk mengubah tanggal kelahiran Kabupaten Tasikmalaya, sehingga diketuklah Perda Nomor 1 Tahun 2015.

Sekda Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Kodir, mengatakan, ada beberapa aspek yang diperhatikan dalam menentukan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya, yaitu aspek historis, aspek legal, aspek makna simbolis, dan aspek politis.

“Tujuan penentuan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya adalah untuk menentukan tonggak sejarah Kabupaten Tasikmalaya, dan menjadikannya sebagai kebanggaan, motivasi, serta sumber inspirasi bagi masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskan, Wirawangsa sebagai penguasa Sukakerta diangkat menjadi Bupati daerah Sukapura dengan Gelar Wiradadaha I, dan berkedudukan di Leuwiloa, Sukaraja. Jabatan itu merupakan hadiah dari Sultan Agung Mataram, karena jasa-jasanya dalam memadamkan pemberontakan Dipati Ukur. Piagam pengangkatannya adalah 26 Juli 1632.

Pada masa pemerintahan Raden Tumenggung Wiradadaha VIII atau Raden Anggadipa II, Ibukota Sukapura dipindahkan ke Manonjaya (1832). Tujuannya untuk Memperkuat Pertahanan Belanda dalam menghadapi Diponegoro. Pada 1 Oktober 1901, Ibukota Kabupaten Sukapura dipindahkan ke Tasikmalaya, karena kepentingan ekonomi Belanda. Kemudian, 1913, Kabupaten Sukapura diganti namaya menjadi Kabupaten Tasikmalaya dengan R.A.A Wiratatuningrat (1908-1937) sebagai bupatinya. initasik.com|sep

Komentari

komentar