Warga gotong royong perbaiki tanjakan Cibeunteur | Jay/initasik.com
Peristiwa

35 Tahun Jalan tidak Diperbaiki, Warga Desa Cipicung Merasa Dianaktirikan Pemkab Tasik

initasik,com, peristiwa | Warga Desa Cipicung, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, mengaku merasa dianaktirikan pemerintah daerah. Selama tiga puluh lima tahun, jalan di desa mereka tidak pernah diperbaiki. Kini, kondisinya rusak parah.

Jangankan mobil atau truk, sepeda motorpun kesulitan menaklukkan tanjakan, apalagi bagi yang pertama kali lewat. Bila turun hujan, beberapa tanjakan sulit dilewati, terutama oleh truk sarat muatan.

“Kalau mobil nyaris terguling atau masuk selokan mah sudah sering. Makanya kalau hujan banyak yang memilih tidak jadi berangkat, karena memang mobil sulit naik. Teh hasil panen jadinya membusuk,” sebut Imat Adiana, tokoh masyarakat Kampung Cibeunteur, Desa Cipicung, di sela gotong royong mengecor tanjakan, Ahad, 3 Desember 2017.

Pengecoran itu, sambungnya, murni swadaya masyarakat. Mereka urunan membeli material-material yang dibutuhkan, seperti semen, pasir, dan batu. Untuk mengecor tanjakan sepanjang 16 meter dan lebar 3 meter dibutuhkan 26 sak semen, serta satu truk batu dan pasir. Itupun baru setengah jalan.

“Untuk setengahnya lagi, kita urunan lagi sambil menunggu yang ini kering. Kalau dikerjakan sekaligus, nanti tidak bisa dilewati kendaraan. Padahal ini akses utama dari Culamega ke arah Tasik atau sebaliknya,” papar Imat.

Ia menyebutkan, jalan yang rusak parah di Desa Cipicung diperkirakan ada sepuluh kilometer. Sejak 1982 tidak pernah diaspal lagi. Untuk bisa dilalui, warga sudah beberapa kali memperbaikinya dengan cara swadaya.

“Katanya tahun depan akan diaspal. Kita lihat saja. Kalau ternyata bohong, kita akan demo ke kabupaten. Waktu pilkada kemarin, warga di desa ini mayoritas memilih Pak Uu (bupati Tasikmalaya sekarang). Jumlah suaranya mencapai 76 persen memilih dia,” tuturnya.

Imat mengaku merasa dianaktirikan Pemkab Tasikmalaya, karena sudah puluhan tahun jalan di daerahnya tidak pernah diperbaiki. Padahal masyarakat sudah menunaikan segala kewajibannya sebagai rakyat, seperti bayar pajak bumi dan bangunan. [Jay/Milah]