Basuki Rahmat | Jay/initasik.com
Birokrasi

385 Tahun Kabupaten Tasik, Basuki Rahmat: Sejarah Harus Jadi Spirit Membangun

initasik.com, birokrasi | Kabupaten Tasikmalaya genap berusia 385 tahun. Perjalanan panjang dengan berbagai tantangan di masanya telah berhasil dilalui, meski sampai hari ini selalu ada persoalan yang perlu dituntaskan.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Dr. Basuki Rahmat, mengatakan, kebesaran Tasikmalaya di masa lalu mesti menjadi semangat untuk membangun daerah ke arah yang lebih baik.

“Dulu, Tasikmalaya memiliki daerah yang sangat luas. Terluas di Priangan. Pangandaran, Banjar, dan beberapa wilayah Garut pernah masuk ke pemerintahan Tasik. Dulu namanya Sukapura. Kita jadi pusat pemerintahan, dan berhasil melakukan berbagai pembangunan,” tutur Basuki.

Menurutnya, jejak-jejak sejarah kebesaran mesti menjadi spirit dalam membangun Kabupaten Tasikmalaya sekarang. Banyak hal yang bisa dijadikan cermin dari perjalanan selama puluhan tahun itu.

“Sekarang kita masih punya banyak potensi yang bisa dijadikan kekuatan untuk membangun daerah. Tempat-tempat wisata begitu banyak. Namun, itu belum termaksimalkan. Perlu kreativitas pemerintah. Harus ada good will dari pimpinan. Kebiasaan birokrasi itu kan menunggu perintah. Kalau pemimpinnya memerintah, pasti mereka bergerak,” tuturnya.

Ia mencontohkan Gunung Galunggung dan pusat wisata religi Pamijahan. Keduanya belum digarap serius, padahal mempunyai potensi yang sangat besar untuk dijadikan sebagai sektor wisata andalan. Belum lagi pantai-pantai dan objek lainnya.

Selain itu, ia menyebutkan soal ratusan truk pengangkut sembako dan kebutuhan masyarakat lainnya. “Dalam sehari ada 400 truk yang masuk Tasik. Itu belum terkoordinir. Sekarang, truk-truk itu masuk ke pool-pool pribadi, sehingga tidak terkontrol. Kalau ada terminal barang, sektor ekonomi pendukung akan tumbuh dengan sendirinya. Membuka lapangan kerja juga,” papar Basuki. [Jay]