Ekbis

4848 Bertahan di Ujung Tanduk Persaingan

initasik.com, ekbis | Selain menjamurnya usaha sejenis, mudahnya mencicil motor atau mobil adalah dua faktor utama yang membuat perjalanan usaha 4848 berada di ujung tanduk. Kini, usaha yang didirikan Irawan Sarpingi pada 4 Agustus 1960 itu, berhadapan dengan ketatnya persaingan.

Iyan Senjaya (81), otoritas 4848 agen Tasikmalaya, menuturkan, sejak empat tahun ke belakang, geliat 4848 tak begitu terlihat. Grafiknya malah memperlihatkan penurunan. “Beuki ripuh (Tambah susah),” ungkapnya kepada initasik.com, belum lama ini.

Ia lantas memperlihatkan dua buku catatan yang berisi data penumpang. Rata-rata, dalam sehari hanya menarik dua orang penumpang. Tak jarang, ia sama sekali tidak mendapat pemesanan kursi. “Komo ayeuna mah angkutan liar pabalatak, jeung deuih supirna loba nu teu jujur (Apalagi sekarang banyak angkutan umum liar, dan supirnya juga banyak yang tidak jujur),” tutur Iyan.

Menurutnya, sejauh ini usahanya terbantu oleh pengantaran paket, sehingga bisa menutupi biaya operasional. Dulu, katanya, waktu 4848 sedang jaya, ia punya lima unit mobil. Intensitas antar-jemputnya juga tinggi. Tapi sekarang, ia mengaku hanya punya tiga unit. Itupun jarang ada penumpang.

“Biasana mah dua minggu ka lebaran teh geus loba nu mesen korsi. Ayeuna mah ah ripuh (Biasanya dua minggu menjelang lebaran sudah banyak yang memesan kursi, tapi sekarang susah),” sesal pria kelahiran Cilacap 19 April 1934 itu. jaya

Komentari

komentar