Travel

Di Balik Keindahan Eropa, Ini 3 Hal yang Mungkin Tidak Anda Percaya


initasik.com, travel | Eropa terkenal dengan keindahannya yang mengundang decak kagum. Arsitekturnya sangat khas yang berpadu dengan pemandangan alam eksotis. Tidak heran, negara-negara di Eropa seringkali menjadi tujuan favorit para wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Termasuk orang Indonesia.

Salah satu kota paling terkenal yang ada di Eropa adalah Paris. Ibukota negara Perancis tersebut sukses menjadi simbol romantisme dunia. Gemerlap kota Paris yang mempunyai bangunan ikonik berupa Menara Eiffel ini tidak bisa terlupakan dari benak siapapun yang mengunjunginya.

Namun, di balik keindahan Eropa ternyata ada fakta menarik yang mungkin belum Anda ketahui dan Anda bisa saja tidak percaya jika belum melihatnya langsung. Apa sajakah?

1.Waspada copet!

Ternyata banyak copet bertebaran di sekitar lokasi Menara Eiffel. Dari fisik, bisa dipastikan mereka merupakan imigran dari Eropa Timur. Modus untuk mencopet umumnya adalah mereka mendatangi target dengan bergerombol 2 sampai 3 orang, kemudian meminta tanda tangan dan sumbangan. Di saat target sedang diajak mengobrol dan lengah, yang lainnya mencoba mengambil dompet ataupun HP baik di saku ataupun di tas. Parahnya, para pencopet ini adalah perempuan-perempuan cantik.

2.Penjual Merchandise Bisa Bahasa Indonesia.

Jika sedang berada di sekitar lokasi Menara Eiffel, Anda pasti kaget ketika ada pedagang merchandise yang menawari dagangannya kepada Anda dengan bahasa Indonesia. Mereka biasanya juga mengira-ngira apakah Anda berasal dari Indonesia atau Malaysia. Para pedagang merchandise yang didominasi orang kulit hitam ini umumnya menawarkan gantungan kunci atau miniatur menara eiffel dengan kata-kata ‘satu euro dapat dua’.

3.Banyak Pengemis.

Roma adalah salah satu kota di Eropa yang memiliki cukup banyak pengemis. Dibalik keindahan bangunan-bangunan klasik di ibukota Italia ini, pengemis yang berpakaian lusuh lengkap dengan wajah memelas dan wadah untuk menampung receh bisa ditemukan di beberapa titik. Seperti di depan gereja-gereja.

Fakta-fakta tersebut menunjukkan bahwa keberadaan gelandangan dan pengemis merupakan masalah umum yang dihadapi oleh berbagai negara, termasuk negara maju di Eropa.[kl]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentari

Komentari