Kabid Koperasi Kabupaten Tasikmalaya, Aam Rahmat Slamet
Ekbis

520 dari 700 Koperasi di Kabupaten Tasikmalaya Terancam Dibubarkan

initasik.com, ekbis | Dari 700 koperasi di Kabupaten Tasikmalaya, hanya 180 yang rutin melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Kebanyakannya tidak sehat. Jumlahnya mencapai 520 koperasi, dan terancam dibubarkan.

Kabid Koperasi Kabupaten Tasikmalaya, Aam Rahmat Slamet, menegaskan, jika selama tiga tahun berturut-turut tidak melaksanakan RAT, maka akan dibubarkan. “Selain sudah sulit berkembang, sehingga tidak bisa menggelar RAT, anggotanya pun seperti tidak peduli terhadap keberadaan koperasi. Mungkin dikarenakan mereka merasa tidak memiliki dan berharap maju dari koperasi. Bahkan para pengurusnya pun dilihat sudah tua-tua dengan sistem pembukuan atau administrasi manual,” tuturnya.

Ia menilai, kondisi itu disebabkan juga oleh hampir tidak adanya generasi muda yang tertarik membangun perekonomian melalui koperasi. “Persoalan ini yang kini harus dipikirkan jika hendak membangkitkan koperasi, salah satu upaya nanti saya hendak menggelar forum diskusi bersama dengan sejumlah tokoh dan kepala daerah dengan melibatkan generasi muda,” katanya.

Ironisnya, 40 Koperasi Unit Desa (KUD) yang berada di 39 kecamatan saat ini telah berubah tujuan menjadi koperasi yang hanya melayani simpan pinjam, sedangkan bidang perekonomian lainnya tidak mampu digarap atau dikembangkan.

“Kalah sepertinya dengan program lain yang masuk ke desa, tetapi seharusnya statusnya berubah jangan KUD harus menjadi Koperasi Simpan Pinjam saja. Itupun akan menjadi pembahasan kami,” ujar Aam.

Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tasikmalaya saat ini berupaya mendorong dibuatnya Perda Koperasi yang akan menjadi dasar untuk melindungi unit usaha yang hendak dijalankannya. Agar jangan sampai seperti yang terjadi saat ini terhadap KUD yang berbenturan dengan kebijakan yang dikeluarkan desa yang membuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta lainnya. [Kus]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?