Budi Budiman melepas balon dalam peringatan Hari Anak Nasional \ Jay/initasik.com
Sosial Politik

Berikan Hak-haknya, Tidak Boleh Ada Anak yang Dieksploitasi

initasik.com, sosial | Ada 12 hak yang wajib diberikan orangtua kepada anak-anaknya. Itu ditegaskan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Dua di antaranya adalah memperoleh pendidikan dan mendapatkan perlindungan dari perlakuan diskriminasi, eksploitasi ekonomi maupun seksual.

“Anak di bawah usia 18 tahun harus betul-betul kita jaga, karena mereka merupakan aset berharga yang akan menjadi penerus pembangunan. Mereka harus mendapatkan hak-hak anaknya. Tidak boleh ada yang dieksploitasi atau mengalami kekerasan,” ujar Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, dalam peringatan Hari Anak Nasional, di halaman taman kota, Ahad, 23 Juli 2017.

Menurutnya, tanggung jawab memberi perlindungan pada anak ada di pundak bersama. Bukan hanya tugas pemerintah atau organisasi terkait. Di dalamnya ada keluarga dan masyarakat. Itu merupakan sistem yang tidak bisa dipisahkan.

“Kita harus mempersiapkan anak-anak yang cerdas, berkualitas, dan berakhlakul karimah. Mereka akan menjadi penerus pembangunan bangsa, khususnya di kota tasikmalaya. Mereka adalah aset bangsa yang harus disiapkan dengan baik,” tuturnya.

Baca juga: Dieksploitasi Orangtua, Dua Siswa SD Ini Tidak Tahu Agama dan Pancasila

Disinggung soal adanya anak sekolah dasar yang dieksploitasi ekonomi oleh orangtuanya, Budi menegaskan, hal semacam itu harus segera ditindak. Ia meminta dinas-dinas terkait untuk segera bergerak.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kota Tasikmalaya, Hadian, mengaku tidak punya data berapa banyak anak-anak yang dieksploitasi orangtuanya.

“Itu bukan hanya tanggung jawab kami, tapi seluruh instansi terkait dan masyarakat umum. Semua punya tanggung jawab, termasuk masyarakat dan keluarga. Peran orangtua sangat penting. Kasus-kasus eksploitasi itu biasanya karena kemiskinan. Jadi, yang paling penting dilakukan adalah mengatasi kemiskinan,” paparnya. [Jay]