Informasi

717 Titik di Kota Tasik Kekeringan

initasik.com, informasi | Musim kemarau yang berkepanjangan membuat beberapa daerah di Kota Tasikmalaya mengalami kekeringan. Sampai hari ini, berdasarkan data yang masuk ke Dalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Tasikmalaya, setidaknya ada kurang lebih 717 titik kekeringan yang tersebar di 10 Kecamatan.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tasikmalaya, Saepudin, mengatakan, dari 10 Kecamatan itu, setidaknya ada 3 kecamatan yang mengalami kekeringan paling parah, yaitu Tamansari, Purbaratu, dan Kawalu.

Untuk meringankan beban masyarakat, selama ini pihaknya menyalurkan bantuan air bersih. Dalam sehari, satu tangki berisi 5.000 liter air milik BPBD bisa sampai empat kali jalan untuk menyalurkan air ke berbagai kawasan.

Ditanya soal antisipasi dampak kemarau sejak jauh-jauh hari, Saepudin berdalih, pihaknya sudah melakukan koordinasi lintas sektoral. Namun, soal teknis pihak BPBD hanya bisa turun tangan saat dalam keadaan darurat. “Selebihnya diserahkan pada dinas-dinas. Kita hanya melakukan koordinasi, terkecuali darurat,” tandasnya, Kamis, 2 Agustus 2018.

Terpisah, Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap air sangat tinggi, namun sumber air yang ada masih belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

Ia berdalih, pihaknya telah merencanakan membuat PDAM, namun terkendala anggaran. “Kita sudah usulkan ke pusat. Kalau sungai Ciwulan dibendung itu bisa ditarik dan dikelola menjadi sumber air bersih untuk disalurkan ke tempat-tempat yang membutuhkan,” ujarnya.

Untuk mendirikan PDAM itu, sambung Budi, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 400 miliar. “Kajiannya sudah ada semua, hanya masalah anggaran. Kalau kita memimjan, itu ada rentang waktu, akan berbenturan dengan kekuatan APBD kita,” ungkapnya. [Eri]