Video

Abdul Wahid Azad; Agitator Pemecah Kekuatan Tentara NICA

initasik.com | Pasca 1945 sepanjang perang revolusi, Abdul Wahid aktif terlibat dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Bersama adiknya Abdul Majid, beliau melibatkan diri dalam Divisi Siliwangi pimpinan Jendral A.H. Nasution. Kepada divisi Siliwangi, Abdul Wahid menyerahkan bangunan Pabrik Sereh di daerah Ciawi untuk dijadikan markas tentara. Sebagai mantan British Indian Army, Abdul Wahid pun sangat disegani oleh orang-orang Belanda. Hal itu membuat Toko Azad menjadi zona aman dari pasukan NICA dan seringkali dimanfaatkan untuk persembunyian para gerilyawan. Akhir tahun 1948, ketika agresi militer Belanda menekan seluruh wilayah Pulau Jawa. Abdul Wahid aktif melakukan propaganda untuk memecah kekuatan tentara asal India yang ikut bergabung dengan pasukan NICA. Beliau memanfaatkan fasilitas Radio Republik Indonesia (RRI) Bandung yang tengah mengungsi di Gunung Ladu Tasikmalaya. Dengan menggunakan bahasa Urdu, Abdul Wahid mengajak tentara asal India untuk berbelot dan mendukung perjuangan rakyat Indonesia. Alhasil, tentara India muslim pun berbalik arah mendukung perjuangan rakyat Indonesia dan memerangi tentara NICA. Untuk mengenang perjuangan kemerdekaan, Abdul Wahid & Abdul Majid ikut menggagas pendirian monumen tugu otonom di Tasikmalaya.