Video

Abdul Wahid Azad, Perjuangannya Semasa Pendudukan Jepang di Tasikmalaya

initasik.com | Setibanya di Tasikmalaya 1944, Abdul Wahid meneruskan kembali usaha orangtuanya dan membuka toko di kawasan Pertokoan Cihideung. Meski telah meninggalkan pertempuran, namun jiwa patriotik seorang Abdul Wahid masih tetap membara. Beliau mengabadikan semangat kemerdekaan pada tokonya, dengan menyematkan nama “Azad” yang berarti “merdeka”.

Diam-diam Abdul Wahid juga ikut bergaul dengan kalangan muda pergerakan kemerdekaan Indonesia. Beliau bersahabat sangat erat dengan Soedarpo Sastrosatomo, aktifis muda yang tengah sibuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sahabat Abdul Wahid ini berjejaring dengan tokoh-tokoh muda pergerakan Indonesia, seperti Syahrir, Soebadio, Soedjatmiko, dan S. Parman.

Oktober 1944, saat terjadi peristiwa perlawanan KH.Z. Mustofa di Cimerah Singaparna, Abdul Wahid ikut dijebloskan ke penjara oleh tentara Jepang. Berdasarkan informasi mata-mata Jepang, Abdul Wahid disinyalir terlibat dalam menyokong usaha pemberontakan kaum santri itu. Abdul Wahid fasih bicara bahasa Jepang, sehingga satu minggu kemudian beliau dibebaskan dari tahanan. [tim]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentari

Komentari