Wawan Effendi | Jay/initasik.com
Informasi

Ada Anggaran Miliaran Rupiah, Jabatan Kepala Desa Jadi Rebutan

initasik.com, informasi | Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak akan digelar di 67 desa yang tersebar di 35 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, akhir November 2017 mendatang. Itu merupakan gelombang kedua. Sebelumnya pada 2015. Gelombang ketiga kisaran 2019.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMDPAKB) Kabupaten Tasikmalaya, Wawan Effendi, mengatakan, pihaknya sudah melakukan beberapa persiapan agar pesta demokrasi di tingkat desa itu bisa berjalan lancar.

Ia menyebutkan, pilkades serentak diperkirakan akan dilangsungkan pada 27 November. Namun, itu belum pasti juga. Baru ancar-ancar. “Kami sudah memberikan pembekalan kepada SKPD terkait, Polres, TNI, dan ketua pemilihan. Narasumbernya dari Kemendagri. Itu untuk menyamakan pemahaman seputar pilkades,” ujar Wawan.

Menurutnya, sejauh ini belum ada potensi konflik yang bakal muncul dalam pilkades serentak nanti. Namun, sekecil apapun persoalannya, semua pihak sepakat untuk selalu koordinasi dan mengantisipasinya. Apalagi, prestise kepala desa antara dulu dan sekarang sudah berubah.

“Dulu, jadi kepala desa itu kurang diminati. Sekarang berbeda. Banyak tokoh masyarakat, bahkan pensiunan PNS yang mau jadi kepala desa. Itu sejak desa mendapat perhatian dari pemerintah. Banyak bantuan dari Pemerintah Pusat yang turun ke desa, belum lagi dari provinsi dan kabupaten,” tuturnya.

Ia menyebutkan, rata-rata satu desa bisa mendapatkan bantuan anggaran sebesar Rp 1 miliar. Di Kabupaten Tasikmalaya tiap kepala desa diberi mobil dinas untuk operasional. “Makanya sekarang pada mau jadi kepala desa,” tandas Wawan seraya menambahkan, gaji bulanan kepala desa rata-rata Rp 3,2 juta.

Terkait anggaran pilkades, itu diambil dari APBD Kabupaten Tasikmalaya. Total nominalnya belum pasti. Tergantung dapftar pemilih sementara. Ia berharap, pilkades serentak nanti bisa berjalan sukses tanpa ekses.

“Saya mengimbau, masyarakat yang mempunyai hak pilih, gunakan sebaik-baiknya. Tidak ada alasan untuk tidak menggunakan hak pilih. Kalau ada yang sedang merantau, sebaiknya pulang dulu untuk memilih pemimpin yang diharapkan,” papar Wawan. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?