Wisata

Ada Banyak Nama Air Terjun di Curug Telu, Semua Bermuara pada Keindahan Menakjubkan


initasik.com, wisata | Bagi Anda para pecinta wisata alam, tak salah bila memasukkan objek wisata di Curug Telu, Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, dalam rencana liburan akhir pekan.

Tempatnya menakjubkan. Ada banyak air terjun yang berdekatan. Satu kesatuan. Tempatnya masih bersih. Jarang sampah berserakan. Untuk bisa sampai ke daerah itu, dari Kota Tasikmalaya ada dua jalan yang bisa dipilih. Bisa lewat Singaparna, Warungpeuteuy, Puspahiang, Taraju, Bojonggambir, dan sampailah ke Kecamatan Culamega.

Namun, jika memilih jalur itu, siap-siap menghadapi medan yang tidak mudah. Sepanjang Warungpeuteuy sampai Bojonggambir, jalannya tidak mulus. Banyak yang berlubang. Apalagi saat masuk wilayah Kecamatan Culamega. Jalannya rusak parah. Bukan bohong bila ada yang bilang, jalan di kecamatan itu banyak batu sebesar kepala orang dewasa, malah lebih besar. Itu benar. Parah.

Jika ingin jalan yang mulus, mengambil alternatif kedua jauh lebih baik. Dari Kota Tasikmalaya ambil jalan Kawalu, Cibalong, Karangnunggal, Bantarkalong, lalu Culamega. Arahnya persis jika mau berangkat ke Cipatujah.

Tapi awas, jangan sampai bablas ke Cipatujah. Tanyakan saja di mana pertigaan Darawati. Di sana belok kanan. Itu arah ke Kecamatan Culamega. Kondisinya jalannya bagus. Sekitar 20 menit dari pertigaan Darawati, sampailah ke tempat yang dituju.

Di sebelah kiri ada gapura bertuliskan Selamat Datang di Desa Bojongsari. Masuk ke sana. Rimbunnya pohon jati akan turut menyambut kedatangan. Dari jalan raya sampai tempat parkir paling hanya lima menit. Jalannya juga bagus.

Bila sudah sampai jembatan, pelankan laju kendaraan. Di ujung jembatan itu, belok kiri. Masuk tempat parkir. Baiknya, lengkapi dulu perbekalan. Siapkan air minum. Di sana belum ada warung. Masih jarang pengunjung.

Dari tempat parkir itu, jalan kaki sekitar 15 menit. Lumayan berkeringat. Tapi percayalah, rasa lelah itu akan terobati dengan indahnya pemandangan air terjun. Ada banyak air terjun yang saling terhubung.

Oleh warga, air terjun pertama dinamai Curug Moksel. Indah. Ada batu besar di tengah air terjun tersebut. Sangat bagus untuk foto-foto. Abadikan. Tapi baterai ponselnya harap dihemat. Di bawahnya masih ada air terjun yang tak kalah eksotik.

Bila sudah puas di Curug Moksel, naik lagi untuk menuju air terjun selanjutnya. Jaraknya tak terlalu jauh. Tapi medannya lumayan curam. Hati-hati saja saat turun. Lagi-lagi, mata akan dimanjakan keindahan yang menakjubkan saat sampai di tujuan.

Kalau dibagi, di sana ada tiga air terjun yang punya nama beda-beda, di antaranya Curug Jurjumis dan Curug Ngebul. “Ulah motah teuing, insya Allah aman,” saran Mumu, 50 tahun, warga sekitar.

Satu di antara banyak “keanehan” di sana adalah adanya batu besar mirip perahu yang terlihat seperti menempel di pinggir air terjun. Ukurannya sangat besar. Persis ujung kapal pesiar. Mumu menyebutkan, batu itu sudah lama ada di sana. Entah sejak kapan. [Jay/Milah]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentari

Komentari