Peristiwa

Ada Luka Lama di Balik Gaduh Unsil?

Kota Tasik | Universitas Siliwangi kembali gaduh. Setelah beberapa pekan lalu para dosennya berujukrasa ke Yayasan Unsil meminta dibayarkan uang purnabakti, kemarin ratusan mahasiswa mendemo mahasiswa. Kasus-kasus lama mengemuka. Soal pungutan liar, misalnya. Atau terkait batas akhir pembayaran SKS, dan biaya tunggu bagi mahasiswa semester akhir.

Presiden Mahasiswa Unsil, Mochammad Irvan Efrizal, menduga ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengangkat isu-isu tersebut agar tercipta kegaduhan di Unsil. Indikasinya, yang kemarin berunjukrasa ke sekretariat Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEM) adalah para mahasiswa baru.

“Sejak Unsil jadi negeri, sudah ada dua kali unjuk rasa yang terbilang besar. Pertama ketika penolakan terhadap Profesor Rudi sebagai rektor. Kedua yang kemarin. Mahasiswa baru yang tidak tahu apa-apa disuruh menjelek-jelekkan DEM,” tuturnya saat jumpa pers di sekretariat DEM, Selasa, 24 Februari 2015.

Menurutnya, kedua unjuk rasa itu karakteristiknya sama. Mahasiswa yang tidak ikut berdemo akan dikenakan sanksi. “Beberapa ormawa menilai, demo kemarin itu ada hubungannya dengan penolakan rektor yang sekarang. Aktor-aktor di belakangnya pun sama. Ada juga oknum dosen yang sukanya menyebarkan berbagai informasi di dalam kampus ke pihak luar,” bebernya.

Ia menduga ada motif tertentu di balik gaduh yang diciptakan di dalam perguruan tinggi yang belum genap setahun menjadi universitas negeri itu. “Kegaduhan seperti kemarin memang ada yang sengaja membuatnya, dan saya selalu dipojokkan. Lucunya, saya dibawa-bawa ke persoalan uang purnabakti. Selama ini saya memang paling banyak menahan diri. Tapi, kalau saya selalu dipojokkan seperti ini, apa perlu saya buka semua perilaku mereka (penggaduh)? Kalau kita mau main galak, ya ayo,” tandasnya. initasik.com|ashani

Komentari

komentar