Olahraga

Adi Muhammad Zaki Antarkan Banyak Klub Juara Futsal


initasik.com, olahraga | Bermain futsal yang bagus itu bukan sekadar mengandalkan ketahanan fisik dan kekuatan mental. Demikian yang diyakini Adi Muhammad Zaki, pemain futsal yang beberapa waktu lalu timnya meraih juara Tasikmalaya Futsal League, dan otomatis menjadi  perwakilan Tasikmalaya untuk Liga Nusantara.

“Harus disiplin latihan. Mengikuti perkembangan futsal, banyak sharing dengan senior. Dengan latihan, selain menjaga kondisi dan mengembangkan kemampuan, kita juga akan lebih siap dalam menerapkan strategi yang direncanakan pelatih,” tuturnya.

Ia menilai, futsal merupakan permainan tentang pengendalian emosi dan menahan ego masing-masing. Perlu kerja sama tim, bukan untuk unjuk diri. Saling menghargai kemampuan setiap individu.

“Dari sana kita bisa mengambil pelajaran tentang pentingnya kebersamaan. Menjaga keharmonisan tim dan tampil lepas tanpa beban dalam setiap pertandingan, ini bisa jadi modal kita untuk meraih kemenangan ketika bertanding. Manfaatkan setiap kepercayaan pelatih yang telah diberikan kepada kita,” tutur warga Cilembang, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.

Semua itu, kata dia, mendorong diri untuk terus belajar. Tidak puas akan sesuatu yang sudah diraih. Berupaya untuk rendah hati. Dididik untuk memiliki kelincahan dan berpikir cepat ketika bermain futsal maupun dalam kehidupan sehari-hari. “Untuk kesehatan sudah jelas. Melatih konsentrasi diri itu yang paling utama. Banyak pelajaran yang dapat di ambil dari bermain futsal,” ujarnya.

Ia merinci, selain pernah menjadi pemain Persikotas U-23 tahun 2013, juga ikut kontingen Tasikmalaya di Porda Jawa Barat. Adapun tim yang pernah meraih juara bersamanya di antaranya Tim Sinar Mustika, The Pocci, Doxshu, Zeal, STHG Tasikmalaya, dan masih banyak lagi, seperti juara pertama di Tasikmalaya Futsal League, U-23 Anniversary Ressy, Turnament Walikota Cup, dan juara kedua di Hipmira Cup, Turnament MFC Part VI antar mahasiswa Jawa Barat.

“Tapi jangan sampai hobi menyita waktu kita, tetap mendahulukan pendidikan. Jangan sampai menganggunya,” pesannya. [Syaepul]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?