Sosok

Agus “Zoemad” Kembali Melukis Setelah Meninggalkannya untuk Kerja Serabutan

initasik.com, sosok | Agus “Zoemad” Kartiwa, warga Kampung Cintasari, Desa Singasari, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, kembali menekuni seni lukis. Sejak 2002, ia terpaksa meninggalkan dunia yang dicintainya itu untuk kerja serabutan, mulai dari tukang sablon, layouter, servis komputer dan lainnya.

“Yang penting halal dan bisa menafkahi keluarga,” ujarnya.

Namun, aliran takdir memang tidak ada yang mengetahuinya ke mana akan bermuara. Begitupun Agus. Ia tak menyangka akan kembali melukis. Ceritanya, pada akhir 2013 saudaranya menyuruh dia untuk melukis gambar harimau di mobilnya.

Sempat menolak, karena sudah hampir lupa jenis cat yang mesti dipakai, namun saudaranya itu tetap memaksa. Agus manut. Waktu senggang dari pekerjaannya dipakai untuk melukis. Beberapa karya lain pun telah dihasilkannya. Ada pembeli tertarik. Karyanya dibeli. Semangat dan kepercayaan dirinya semakin bangkit. Apalagi sang istri, Yani Priyani (36), mendukung penuh.

Agus pun memutuskan untuk fokus kembali melukis. Berbagai acara lokal dan nasional diikutinya. Pertemanannya pun bertambah. Meski belum berkembang seperti yang diharapkan, pendapatannya dari melukis sudah lebih baik dari dulu.

Ditanya sejak kapan suka melukis, Agus menjawab, itu sudah dilakoninya sejak kelas 5 sekolah dasar. Saat SMP, di waktu libur, ia sering mangkal di tempat keramaian. Momen-momen hari besar kerap dijadikan kesempatan untuk menjual karyanya. Ia membuat kartu ucapan selamat.

Saat ini, ia terkenal dengan beberapa lukisan tiga dimensinya, terutama yang lagi banyak pesanan yaitu gambar harimau. Harganya pun lumuyan tinggi. Rata-rata Rp 4 jutaan. Selain tingkat pekerjaannya rumit, memerlukan waktu lumayan panjang, juga dari bahan baku yang semakin mahal. ahmad

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?