Peristiwa

Akan Dibubarkan Pemerintah, HTI Kota Tasikmalaya Tetap Berdakwah

initasik.com, peristiwa | Para aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kota Tasikmalaya terus berdakwah. Mereka tidak terpengaruh oleh sikap pemerintah yang telah menyatakan pembubaran HTI.

“Malah saya semakin semangat untuk berdakwah,” ujar Ikhsan Alghifari, anggota DPD II HTI Kota Tasikmalaya, Lajnah Khusus Mahasiswa, saat diwawancara di sela pembagian buletin Al-Islam, di samping masjid Al-Muhajirin, Universitas Siliwangi, Jumat, 12 Mei 2017.

Bersama seorang rekannya, ia membagikan buletin itu kepada jemaah masjid yang baru selesai Jumatan. Biasanya, buletin mingguan itu disimpan dekat pintu. Tidak dibagikan langsung. Jumat ini beda.

“Sengaja. Kami ingin melihat langsung respons masyarakat. Ternyata bagus. Dampak positifnya, HTI semakin dikenal. Apa yang dituduhkan pemerintah itu tidak berdasar. Itu tidak akan menyurutkan perjuangan dakwah kita,” tandas mahasiswa Fakultas Pertanian Unsil itu.

Dihubungi via WA, Ketua DPD II Kota Tasikmalaya, Ary Herawan, M.Pd, mengatakan, ia dan rekan-rekannya akan tetap berdakwah. “Akan mendukung serta mengikuti berbagai langkah yang ditempuhh DPP HTI,” tulisnya.

Ia mengatakan, HTI belum dibubarkan. Menurutnya, pemerintah baru berencana, karena pembubaran ormas harus melalui pengadilan.

Dalam buletin Al-Islam edisi 12 Mei 2017 itu mengangkat judul “Khilafah Ajaran Islam, Mengapa Dikriminalkan”? Di dalamnya dicantumkan keterangan Alquran dan Hadist tentang khilafah. Intinya, menegakkan khilafah adalah kewajiban.

Sebelumnya, Senin, 8 Mei 2017, pemerintah pusat melalui Menko Polhukam, Wiranto, menyatakan membubarkan HTI. Alasannya, aktivitas HTI telah menyebabkan benturan di masyarakat, HTI tidak memberi peran positif bagi pembangunan nasional, dan kegiatan-kegiatan HTI bertentangan dengan Pancasila dan Undang-undang. [Jay]

Komentari

komentar