Peristiwa

Akibat Mendirikan Bangunan di Atas Sungai

Kota Tasik | Sebuah rumah di Jl. RE Martadinata, Panunggal, Cipedes, Kota Tasikmalaya, diterjang luapan air sungai, Rabu, 25 November 2015. Air merendam rumah milik Ny. Pioh setinggi dada orang dewasa.

Lantaran kejadiannya sangat cepat, barang-barang yang ada di dalam rumah tidak sempat diamankan. Penghuni hanya keburu memindahkan motor dan mobil yang diparkir di garasi. “Kejadiannya sekitar setengah tiga sore,” ujar salah seorang keluarga korban.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Soni Sudrajat, menyebutkan, musibah itu terjadi lantaran air sungai yang begitu deras tidak mengalir lancar, karena tersumbat sampah.

Sungai itu berada persis di depan rumah Ny. Pioh. Namun, oleh penghuni rumah sungai tersebut ditutup dengan tembok untuk jalan masuk, dan sebagian dipakai garasi. “Ini harus jadi pelajaran bagi semua. Beginilah akibatnya bila mendirikan bangunan di atas sungai,” tandasnya saat ditanya di lokasi kejadian.

Menurutnya, lantaran ditutup tembok, sampah-sampah di sungai tersebut tidak bisa diangkat untuk dibersihkan. Tak heran, ketika turun hujan deras, air di sungai meluap mencari celah keluar. Lantaran posisi rumah Ny. Pioh itu berada di semacam cekungan, air menggenang di sana.

Untuk menyurutkan air, petugas BPDB bersama polisi dan warga membongkar tembok penutup sungai untuk membuat lubang pembuangan. Tapi itu tidak mudah. Tebalnya tembok dan tingginya genangan air menyulitkan petugas bergerak cepat. Sampai pukul delapan malam, air masih menggenang, meski BPBD sudah mengeluarkan pompa air.

Selain di Jl. RE Martadinata, petugas BPBD banjir pun melanda daerah Purbaratu. Penyebabnya irigasi jebol, sehingga air meluap ke sawah dan rumah-rumah penduduk. initasik.com|shan

Komentari

komentar