Edukasi

AKP 39 Advokasi Orangtua Mahasiswa Baru Unsil Soal UKT dan Uang Pangkal

initasik.com, edukasi | Penerimaan mahasiswa baru di Universitas Siliwangi kerap diwarnai keluhan orangtua calon mahasiswa Universitas Siliwangi (Unsil) soal Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan uang pangkal yang terlalu memberatkan dan tidak sesuai dengan penghasilan. Mereka kebingungan mengadu kepada siapa.

Hal itu mendorong beberapa mahasiswa Unsil dari berbagai jurusan yang tergabung dalam Aliansi Kebenaran Permenristekdikti 39/2017 (AKP 39) membuka posko pengaduan. “Banyak orangtua calon mahasiswa yang mengeluhkan uang pangkal dan UKT yang harus dibayar langsung. Padahal, menurut peraturan bisa dicicil. Sekarang yang terkumpul ada sebanyak 50 berkas,” kata Rifkia Arfie, salah seorang mahasiswa.

Dibukanya posko pengaduan tersebut secara tidak langsung sedang membantu lembaga untuk memfasilitasi para calon mahasiswa baru yang mengalami keberatan terkait pembayaran UKT dan uang pangkal yang harus di bayar sekaligus. Keluhan-keluhan itu lantas disampaikan kepada lembaga.

Ia bersama rekan-rekannya sudah melakukan ikhtiar itu sejak Juni lalu. “Alhamdulillah ada hasil. Uang pangkal bisa dibayar terakhir tanggal 14 Desember 2017. Jadi mahasiswa bisa bayar untuk UKTnya saja dulu,” tandasnya.

Menurutnya, tak sedikit calon mahasiswa yang kekurangan informasi soal itu. Padahal sebenarnya bisa dicicil, asalkan mahasiswa menghadap ke wakil rektor 2. Dalam permenristekdikti nomor 39 pasal 10 ayat 1 dijelaskan, uang pangkal itu tidak boleh sama rata.

Keluhan lainnya berkaitan dengan gaji yang tidak sesuai. UKTnya Rp 5 juta persemseter, padahal gaji perbulannya cuma satu juta rupiah. Ada juga mahasiswa yang dibiayai oleh yayasan, ada yang sudah yatim-piatu pula.

Pada intinya mereka kesusahan untuk membayar UKT dan uang pangkal. Jadi, keluhan-keluhan itu semua menjadi bahan pengajuan nanti pada lembaga. “Untuk mahasiswa yang melalui jalur ujian mandiri ini terlalu berat, golongan lima. Harusnya bisa ditekan. Kata lembaga bisa terjadi penurunan kalau ada pengajuan. Kami ingin memfasilitasi itu dengan menampung semua persyaratan dan keluhan, lalu mengadap lembaga agar bisa diproses saat ini juga dan semoga nantinya bisa turun,” harapnya. [Syaepul]