Jay | initasik.com
Peristiwa

Aksi Depan BNI Diwarnai Kericuhan, Massa Tuding Pegawai BNI Main Curang


initasik.com, peristiwa | Aksi di depan BNI Cabang Tasikmalaya diwarnai kericuhan, Kamis, 14 September 2017. Beruntung, kericuhan tersebut tidak berlangsung lama. Petugas kepolisian sigap melerainya.

Kedatangan puluhan massa ke kantor bank yang ada di Jl. KH. Zainal Musthafa, Kota Tasikmalaya, itu untuk meminta penjelasan terkait nasib salah seorang debiturnya yang tidak bisa membayar cicilan utang.

Mereka mempertanyakan, kenapa si nasabah pinjamnya Rp 500 juta, tapi harus membayar Rp 700 juta. “Apakah ada pegawai bank yang pinjam atas nama nasabah? Anehnya, ketika utang itu mau dilunasi malah ditolak,” ujar salah seorang pendemo.

Ia mengaku sakit hati, karena saudaranya dizalimi bank yang dinilainya lebih kejam daripada rentenir. Sebelumnya telah ada kesepakatan antara bank dengan debitur untuk melunasi pokok utang, tanpa bunga dan denda. Namun, saat akan membayar sesuai kesepakatan, uangnya tidak diterima.

“Kami datang ke sini bukan untuk anarkis, tapi hanya menagih janji yang telah disepakati. Tapi kenapa tidak diterima? Ternyata ada pembengkakan tagihan. Kami curiga ada oknum BNI yang pinjam atas nama nasabah,” tuturnya.

Dedi Agus Setiawan, bagian Legal BNI Kantor Wilayah Bandung yang sengaja ditugaskan ke Kota Tasikmalaya untuk meluruskan persoalan tersebut menepis soal tuduhan tersebut. Ia meyakinkan, tidak ada pegawai BNI yang bermain kotor.

Menurutnya, persoalan tersebut muncul karena debitur tidak bisa memenuhi kewajibannya, karena mengalami kebangkrutan usaha. “Sebenarnya kita bisa memberikan keringanan selama sesuai dengan aturan yang ada. Intinya kami bisa memberikan kebijakan. Tapi kita tidak mungkin memberikan keringan sampai sekecil-kecilnya,” papar Dedi. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?