Peristiwa

Aliran Sesat Bidik Anak-anak Muda

Kabupaten Tasik | Indonesia kembali dihebohkan oleh pemberitaan soal aliran keagamaan yang disebut-sebut sesat. Kali ini ada Gerakan Fajar Nusantara alias Gafatar. Keberadaannya menjadi perbincangan khalayak setelah banyak orang yang melaporkan kehilangan anggota keluarga, karena ikut kelompok tersebut.

Untuk mencegah berkembangnya aliran sesat di Kabupaten Tasikmalaya, Sekretaris Umum MUI Kabupaten Tasikmalaya, Edeng Zaenal Abidin mengajak para pendidik di sekolah lebih serius dalam mengajarkan murid-muridnya, khususnya di bidang agama dan kenegaraan.

Menurutnya, penyebar aliran sesat membidik kalangan muda usia 17 s.d. 20 tahun. Dalam melakukan perekrutan, biasanya mereka melakukan pendekatan diri terlebih dahulu, kemudian mempengaruhi. Karena itulah kenapa anak-anak muda harus dibekali pemahaman agama yang cukup, disertai kewaspadaan terhadap orang atau teman yang baru dikenalnya.

Selain itu, ia meminta agar semua pihak yang terkait dalam hal ini, aparat penegak hukum dan pemerintah agar lebih peka. Jangan sampai ketika masyarakat, santri, dan kiai sudah resah, lalu mereka bertindak dengan cara sendiri. “Saya menuntut kepekaan semua pihak,” tandasnya kepada initasik.com, Jumat, 15 Januari 2016.

Ia menegaskan, semua pihak harus terlibat aktif dalam menjaga ketertiban dan bekerja sesuai kapasitas diri, agar keamanan dan kenyamanan lingkungan tetap kondusif. initasik.com|wrd

Komentari

komentar