Peristiwa

Ambisi Budi Bangun Rumah Sakit Tipe A

initasik.com, peristiwa | Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengingatkan agar para dokter spesialis untuk melayani pasien semestinya. Menurutnya, jika dalam rujukan yang merekomendasikannya merupakan dokter spesialis, sedangkan yang memeriksanya hanya dokter umum, dalam klaim pengajuan ke BPJS Kesehatan tetap dihargai namun harganya rendah.

“Lama-lama bandar bisa tekor, terus terang saja,” ujar Budi saat menghadiri acara peningkatan SDM dan status RSUD dr. Soekardjo, di Oproom rumah sakit, Senin, 28 Mei 2018.

Budi menambahkan, selain pentingnya ketersediaan dokter spesialis di RSUD untuk masalah klaim BPJS, ia juga menyinggung soal pemberian obat yang akan dikenakan klaim jaminan kesehatan. Ia mengimbau agar para dokter untuk selalu menggunakan obat-obatan yang sudah direkomendasikan oleh BPJS Kesehatan.

“Sampaikan, jangan sampai nanti ada obat-obat paten. Saya paham obat paten lebih bagus, tapi yang berat nanti di kita sendiri, keuangan, penggantianya,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Budi juga mengutarakan keinginannya mengubah RSUD dr. Soekardjo menjadi rumah sakit tipe A untuk wilayah Priangan Timur. Ia tidak ingin ada pasien dari keluarga kurang mampu, harus dirujuk ke Bandung, dan di sana mereka kelimpungan harus bagaimana.

“Pak, Alhamdulillah obat-obatan tos ditanggung, tapi teu aya ongkos kanggo ka Bandung, teu aya kanggo nu ngantosan di Bandung. Ini masalah kita. Jadi saya khawatir masyarakat sudah miskin, ditolong, malah terpuruk lagi,” tuturnya.

Untuk itu, ia berambisi membuat rumah sakit tipe A. Jika telah demikian, ia mengaku optimistis bisa meringankan beban masyarakat, dan akan mendongkrak ekonomi masyarakat di Tasikmalaya, serta memberikan kemudahan dalam pelayanan kesehatan di Kota Tasikmalaya. [Eri]