Edukasi

Anak-anak Butuh Teladan, Bukan Hanya Aturan

initasik.com, edukasi | Anak-anak usia sekolah dasar masih imitatif. Mereka bicara dan berperilaku dengan meniru orang-orang dewasa di sekitarnya. Pembentukan karakternya hasil dari penginderaannya, melalui penglihatan, pendengaran dan sebagainya. Meniru apa yang dilihatnya.

“Kita sebagai guru merupakan sosok pengganti orangtua, di sekolah. Anak-anak seusia itu masih dalam pembentukan karakter yang pada prosesnya belum bisa menemukan karakternya sendiri, lebih pada meniru apa yang dilihatnya. Makanya, kita harus bisa menjadi sosok teladan yang digugu dan ditiru oleh siswa dalam hal-hal yang positif,” tutur Rizal Yanuar Gandasasmita, guru kelas IV SDN 3 Cintaraja, Kp. Sampalanlega, Desa Cintaraja, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Dia mencontohkan, ketika melakukan kegiatan harus disiplin, hal tersebut diterapkan kepada semua stakholder yang ada di sekolah, mulai dari siswa hingga guru. Misalnya, masuk sekolah harus tepat waktu, terutama bagi guru harus mampu memberikan contoh, bukan hanya menyuruh siswa untuk disiplin, sedangkan gurunya tidak.

“Harus diawali dari diri kita terlebih dahulu, jangan sampai kita menyuruh siswa untuk disiplin, tetapi kita sendiri malah datang tidak tepat waktu. Intinya kita harus menjadi contoh teladan yang baik bagi siswa,” tandasnya.

Dalam menjaga interaksi sosial di lingkungan sekolah, kata dia, seorang pendidik harus mampu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, aktif, dan menyenangkan. Semua itu akan tercipta ketika guru mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.

“Jangan jadikan sekolah sebagai penjara bagi siswa. Kadang ada siswa yang datang ke sekolah, karena terpaksa bukan karena dorongan ingin belajar. Salah satu contohnya tidak terlalu menjaga jarak dengan siswa, selain menjadi orang tua, kita pun harus bisa menjadi teman. Apabila ada masalah di lingkungan sekolah siswa bisa leluasa berkonsultasi dengan kita,” ujarnya.

Ia menegaskan, suasana yang nyaman di dalam kelas sangat mempengaruhi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar. Suasana yang kaku, akan membuat anak cepat bosan. Alhasil, seorang pendidik dituntut untuk bisa membuat suasana pembelajaran menjadi cair.

“Jangan memaksakan kehendak kita kepada siswa, karena potensi dan kemampuan siswa berbeda-beda, tidak semuanya sama. Kita harus bisa mengarahkan pembelajaran sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing siswa,” terangnya. [Syaepul]