Inspirasi

Anak Penjahit Ini Berhasil Merajut Cita-cita Kuliah di Mesir

initasik.com, inspirasi | Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Acep Muhammad Saepussuja, warga Cigantang, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, berhasil membuktikan tekad dan semangat pantang menyerah dalam meraih cita-cita.

Sejak lama, ia sangat ingin kuliah di Universitas Al-Azhar, Mesir. Kini, untuk mencapai cita-citanya itu tinggal selangkah lagi. Belum lama ini, Acep mengikuti pelatihan pembinaan untuk masuk Universitas Al-Azhar dan dinyatakan bisa masuk jika mengikuti berbagai prosedurnya.

September 2018 nanti, anak pertama dari pasangan Asep Saepulloh dan Cucu Siti Habibah ini dipastikan akan terbang ke Mesir untuk mulai mengikuti pembinaan bahasa Arab intensif selama satu tahun sebelum memulai masa perkuliahan.

Di  balik pencapaiannya, Acep harus melalui berbagai perjuangan yang harus diacungi jempol. Ia bukan berasal dari keluarga kaya raya. Ayahnya bekerja sebagai penjahit. Bila ada yang pesan, baru bisa menjahit dan dapat penghasilan. Meski Acep mencari ilmu di pesantren dan bisa mandiri, namun orangtuanya tetap memiliki beban tanggungan tiga anak lainnya yang merupakan adik-adik Acep.

“Saya ikut tes dan pembinaan di Cianjur. Sebelumnya, bapak sudah bilang ke saya bahwa kalau saya mau lanjut kuliah, saya harus mikirin biayanya sendiri karena bapak tidak mampu. Makanya, perjuangan saya dimulai sejak saya harus ikut pembinaan itu. Awalnya saya bingung harus dapat ongkos dan bekal dari mana, akhirnya saya jualan kanvas untuk melukis ke teman-teman,” kata lulusan MA Baitul Hikmah Salopa ini.

Acep mengaku telah memilih jurusan untuk kuliah di Al-Azhar yakni jurusan Ushuluddin. Sambil menunggu jadwal penerbangan ke Mesir dan segala hal yang menyangkut urusan perkualiahannya, Acep kini sedang memperdalam bahasa Arab.

“Beberapa waktu lalu saya menabung dan bisa beli HP android sebagai media saya untuk belajar, baik bahasa arab ataupun mencari informasi lainnya seputar kuliah di Al-Azhar. Itu adalah HP canggih pertama saya, selama di pesantren tidak boleh bawa HP,” katanya.

Acep tidak menyangkal bahwa perjuangannya untuk mencapai mimpi pasti perlu usaha lebih keras. Terlebih dia benar-benar harus berdiri di atas kaki sendiri. Namun dirinya sudah siap dan meyakini kunci dari keberhasilan yakni man jadda wa jada.

“Siapa yang bersungguh-sungguh, pasti akan berhasil. Kalau punya cita-cita, jangan sampai terdiam dalam keterbatasan. Gantungkan semuanya pada Allah Subhanahu wata’ala,” tandas Acep. [KL]