Anda memerlihatkan sandal buatannya | Mon/initasik.com
Etalase

Anda Pertahankan Sandal Terompah Berbahan Kulit Asli

initasik.com, etalase | Sejak dulu daerah Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, dikenal sebagai daerah pembuat alas kaki. Salah satunya di daerah Sambong Hilir, Kelurahan Sambongjaya. Ada banyak pembuat sandal di sana. Industri rumahan.

Dari sekian banyak pelaku usaha, Anda salah satunya. Namun, pembuat sandal merek BIDO itu beda dengan kebanyakan perajin lainnya. Dari sejak membuka usaha sandal terompah, 1996, ia tetap memertahankan bahan baku dari kulit asli. Kulit sapi. Dapat dari Garut, Pekalongan, hingga Magetan.

“Ingin tampil beda. Hampir setiap yang membuat sandal bahannya pakai imitasi. Saya ingin beda dengan yang sudah ada. Alas sandalnya juga pakai bahan karet. Saya ingin membuka pasar yang baru dengan menawarkan produk berkualitas tinggi dan harganya bersaing,” tutur Anda.

Dalam satu minggu ia bisa membuat 400 sampai 500 pasang sandal terompah dan beberapa jenis lainnya. Selain masuk ke pasar di Priangan Timur, sandal-sandal buatannya dipajang di beberapa rumah makan.

“Awalnya hampir semua menolak, tapi setelah dicoba terus, akhirnya mau juga. Ada beberapa rumah makan yang menyimpan produk kita. Sudah diberi izin, tapi tidak ada tempatnya. Kita buatkan juga tempatnya. Pernah di satu rumah makan ada yang memborong sandal. Saya semakin termotivasi untuk menawarkan ke tempat lain,” papar Anda menceritakan usahanya menitipkan sandal di rumah makan.

Kendati bermula dengan modal seadanya, Anda bisa memertahankan dan mengembangkan usahanya. Dari dua orang pegawai, kini ada lima orang. Kuncinya adalah tekun. Pantang menyerah dan peka dalam menciptakan model.

“Salah satu tantangan pengusaha pemula adalah menembus pasar. Untuk mendapat satu langganan saja perlu perjuangan keras. Setelah ditekuni, alhamdulillah ada perkembangan,” ucapnya semringah.

Terkati nama BIDO, Anda punya cerita sendiri. Saat awal membuat sandal, ia menyukai warna biru dongker, sehingga jadi akronim bido. Belakangan, nama itu ada plesetannya, yaitu bikin irit duit orang. Harga sandal yang ditawarkan terbilang murah. [Mon]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentari

Komentari