Birokrasi

Anggaran Dana Desa Jangan Sampai Jadi Musibah

Kabupaten Tasik | Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, berharap agar anggaran dana desa dari pemerintah pusat tidak menjadi musibah di kemudian hari. Untuk itu, ia meminta kepala desa dan perangkatnya bisa menggunakan anggaran tersebut sesuai aturan.

“Sekarang ini ada dana (dari pusat) untuk desa. Berarti pemerintahan desa akan melakukan akad-akadan. Ada transaksi. Semua itu harus ditulis dengan baik. Tercatat rapi. Harus ada laporan yang lengkap,” sarannya saat memberi sambutan dalam Bimbingan Teknis Sistem Pengelolaan Keuangan Desa yang digagas Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Kabupaten Tasikmalaya, di Hotel City, Kota Tasikmalaya, Selasa, 7 Maret 2017.

Ia meminta agar kepala desa tidak mengabaikan catatan administrasi sekecil apapun. Jangan mentang-mentang uangnya kecil, lantas tidak pakai kuitansi. Sebab, hal-hal seperti itu bakal menjadi batu sandungan.

“Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kami sudah memberi tugas kepada Inspektorat untuk memeriksa laporan keuangan desa. Jika ada yang bengkok, luruskan. Apalagi nanti KPK dan BPK akan terjun ke desa-desa, karena ada APBN yang masuk ke desa. Kalau ada hal-hal yang kurang dipahami, kepala desa harus berkomunikasi dengan camat,” tuturnya.

Rencananya, Inspektorat akan mengunjungi seratus desa yang dipilih secara acak untuk memastikan laporan keuangannya sesuai aturan. “Kami sangat berharap, penggunaan dana desa tidak salah sasaran. Anggaran yang dikeluarkan desa harus bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, IPM, kesehatan, dan pendidikan,” tandas bupati.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Kabupaten Tasikmalaya, Wawan Ridwan Efendy, menegaskan, laporan keuangan desa harus dilakukan dengan benar. Jika tidak, itu akan berdampak negatif kepada pemerintahan kabupaten.

“Kami diberi tugas untuk membina pengelolaan keuangan dan administrasi pemerintahan desa. Salah satu caranya dengan mengadakan bimbingan teknis ini. Agar sistem pengelolaan desa dapat dipahami secara komprehensif dan sinergis, hari ini kami menghadirkan para camat dan kepala desa. Juga memberi pelatihan sistem pengelolaan desa kepada bendahara desa dan operator kecamatan,” papar Wawan. initasik.com|sep/adv

Komentari

komentar