Peristiwa

Anggaran Penanggulangan Masalah Sosial Dikurangi

Kota Kota | Anggaran penanggulangan penyandang masalah kesejahteraan sosial untuk 2016 dikurangi. Alokasinya lebih kecil dibanding 2015. Tahun ini anggarannya mencapai Rp 700 juta, sedangkan untuk 2016 jadi Rp 400 juta.

“Untuk penuntasan persoalan sosial, kalau tanpa dukungan dana yang ideal, itu sama saja bohong. Dukungan anggaran sangat penting. Ada 27 permasalahan sosial yang harus ditanggulangi,” sebut Kepala Bidang Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial Dinsosnakertrans Kota Tasikmalaya, Beti Badrawati, saat ditemui di kantornya, Rabu, 2 Desember 2015.

Lantaran cuma dijatah Rp 400 juta, Beti mengaku, pihaknya hanya fokus pada lima permasalahan sosial, yaitu biaya orang terlantar, pengiriman anak putus sekolah ke pusat keterampilan, rumah singgah, dan operasional program keluarga harapan, termasuk pemeliharaan makam taman pahlawan.

Menurutnya, salah satu persoalan yang tidak masuk agenda penanggulangan di 2016 adalah masalah wanita penjaja seks (WPS). “Mau membina WPS bagaimana, anggarannya saja tidak ada. Bahkan, tahun depan kami tidak ada anggaran untuk penanggulangan bencana. Berharap saja mudah-mudahan tidak ada bencana,” ujarnya.

Ia menyebutkan, anggaran Rp 400 juta itu merupakan alokasi untuk tupoksi bidangnya. Di luar itu pemkot pun menyediakan dana untuk program-program yang ada kaitannya dengan penyandang masalah kesejahteraan sosial. initasik.com|shan

Komentari

komentar