Peristiwa

Anggaran PSK Rp 30 Juta

Kota Tasik | Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Tasikmalaya, M. Firmansyah, menyebutkan, sokongan anggaran untuk penanganan masalah-masalah sosial terbilang sangat minim.

Ia mencontohkan, anggaran untuk membina pekerja seks komersil (PSK) hanya sekitar Rp 30 juta setahun. Padahal, jumlah PSK yang perlu pembinaan terbilang banyak. “Berapa jumlahnya (PSK), harus lihat data dulu. Tapi yang jelas, kami selalu memberikan pembinaan kepada mereka agar meninggalkan dunia malamnya,” ujarnya.

Pembinaan itu misalnya mengajarkan keahlian menjahit atau merias. Mereka dikirimkan ke Cirebon atau Sukabumi untuk ikut pelatihan selama enam bulan. “Kita belum punya balai latihan kerja. Makanya kita berharap BLK yang di Indihiang diberikan oleh provinsi kepada kota,” harap Firman.

Menurutnya, selain PSK, ada 30 permasalahan sosial lainnya yang juga memerlukan penangananan, seperti gelandangan, pengemis, penyandang cacat dan lain-lain. “Kita harus sinergis dengan berbagai elemen agar permasalahan-permasalahan sosial bisa diselesaikan,” tandasnya.

Seperti diberitakan initasik.com, jumlah PSK di Kota Tasikmalaya terbilang banyak. Yang tercatat ada 352 orang,  dan 62 orang di antaranya merupakan “alumni” Dolly, Surabaya. initasik.com|ashani

Komentari

komentar