Cecep Nuryakin (kedua dari kanan)
Sosial Politik

Anggota Dewan Kritisi Program Tasik Siap; Dukungan Anggaran Minim


initasik.com, politik | Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Fraksi Partai Demokrat, Cecep Nuryakin, mengkritisi program Tasik Siap yang diusung Pemkab Tasikmalaya, karena dukungan anggarannya terbilang kecil.

Ia pun menyinggung soal keberhasilan program Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa) yang sebelumnya didengungkan pada periode pertama kepemimpinan Uu Ruzhanul Ulum sebagai bupati Tasikmalaya.

Start dan finishnya saja saya tidak tahu seperti apa. Keberhasilannya di mana? Seperti apa? Itu (Gerbang Desa) kemudian diganti dengan program Tasik Siap yang di dalamnya tetap saja tidak memberikan dukungan alokasi anggaran yang memadai. Sangat sulit bergerak bagi dinas instansi untuk melaksanakannya,” ungkap Cecep.

Ia mencontohkan, pada Dinas Pariwisata tahun 2018 mendatang hanya dialokasikan anggaran sebesar Rp 3 miliar. “Objek wisata mana yang hendak dibangun atau dikembangkan dengan dana sebesar itu? Ke Galunggung saja saya sendiri sampai tiga jam. Itu membosankan, karena tidak ada tempat lain lagi untuk istirahat,” ujarnya.

Kemudian di Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Alokasi anggarannya berkisar Rp 2,8 miliar yang di dalamnya hanya program pelatihan dan pelatihan. Tidak ada, misalnya, program yang mendukung UMKM dan lainnya untuk mengembangkan usaha.

Padahal, berdasarkan data ada sedikitnya 34.000 UMKM di Kabupaten Tasikmalaya yang akan bersaing ketat pada MEA. “Minimalnya mempertahankan jumlah 34.000 itu saja dulu. Mampu tidak dengan program Tasik Siap itu mereka bertahan? Bukan saya pesimistis, namun tidak ada dukungan riil terhadap mereka saat ini, sama saja bohong,” tandasnya.

Disebutkannya, Kecamatan Taraju itu penghasil teh terbesar di Kabupaten Tasikmalaya. Tetapi kenapa warganya malah senang masuk ke pasar modern membeli teh celup kemasan? Kenapa tidak pemerintah memberikan dukungan dengan membuat produk sendiri yang mampu bersaing dengan produk lain, ini tindakan nyatanya tidak ada. Sedangkan dalam program yang diberikan hanya pelatihan dan pelatihan yang tidak jelas outputnya seperti apa.

Ia berharap, bupati bersama instansi dalam merumuskan sebuah program itu berkesinambungan dari hulu ke hilirnya secara jelas, dan bisa memberikan hasil nyata bagi kemajuan pada masing-masing bidang garapannya. [Kus]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?