Kaum lansia tengah senam di halaman Bale Kota Tasikmalaya, Selasa, 25 Juni 2017 | Jay/initasik.com
Birokrasi

Angka Harapan Hidup Kota Tasik Meningkat

initasik.com, birokrasi | Pemerintah Kota Tasikmalaya terus berupaya meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan penduduk melalui berbagai program dan kebijakan. Salah satunya menyediakan ruang khusus di RSUD dr. Soekardjo bagi mereka yang sudah lanjut usia (lansia).

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengatakan, ruangan khusus lansia itu kini sudah selesai dibangun dan bisa dimanfaatkan. “Mulai pendaftaran, pemeriksaan, dan obat-obat sudah ada di sana. Khusus lansia. Itu salah satu dukungan kami kepada orang tua,” ujarnya  saat menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di gedung serbaguna, Selasa, 25 Juli 2017.

Menurutnya, hak-hak dasar lansia, seperti yang dijelaskan dalam UU 13/1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, harus diberikan. Mulai pelayanan keagamaan dan mental spiritual, pelayanan kesehatan, kesempatan kerja, pendidikan dan pelatihan, kemudahan layanan dan bantuan umum, kemudahan menggunakan fasilitas umum, hingga perlindungan sosial dan bantuan sosial.

“Alhamdulillah, angka harapan hidup di Kota Tasikmalaya sudah meningkat. Sebelumnya 70,2, sekarang naik jadi 71,37. Hitungan secara statistik, masa hidup warga Kota Tasik rata-rata 71 tahun lebih,” sebutnya.

Ia menegaskan, “Itu bukan pekerjaan mudah. Bicara soal peningkatan kualitas hidup itu perlu keseriusan. Tergantung pada pendidikan, kesehatan, dan daya beli, termasuk infrastruktur. Kesehatan menjadi prioritas utama. Indeks pembangunan manusia tidak bisa mengenyampingkan kesehatan, juga pendidikan dan kemampuan daya beli. Semua saling terkait. Kalau kesehatan bagus, pendidikan berkualitas, akan berbanding lurus dengan kesejahteraan.”

Selain membangun ruang khusus bagi lansia, tahun ini Pemkot Tasik mulai membangun gedung rawat inap khusus kelas 3. Jumlahnya sama dengan gedung yang sudah jadi sebelumnya, yaitu lima lantai.

“Hari ini sedang dibongkar satu bangsal untuk gedung rawat inap yang baru. Itu semata-mata dalam rangka pelayanan masyarakat kecil. Termasuk dalam mengikutsertakan masyarakat dalam BPJS Kesehatan. Jumlahnya sudah 300 ribu anggota BPJS yang didanai pemerintah,” sebut Budi. [Jay]