Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Hamdani
Birokrasi

Angka Stunting Menurun, Upaya Penanganan tak Kendur

initasik.com, birokrasi | Angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya memang masih tinggi. Namun, bila dibandingkan sebelumnya, terjadi penurunan. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Hamdani, menyebutkan, sampai September 2019 jumlahnya mencapai 33,8 persen.

Pihaknya saat ini sudah melakukan banyak upaya dalam penekanan angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya, sehingga angka stunting mengalami penurunan. Pada tahun 2013, angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 41,73 persen.

Dadan menyebutkan, saat ini ada dua kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya yang statusnya masih lokus stunting, yaitu Kecamatan Salawu dan Kecamatan Sukarame. Di dua kecamatan itu angka stuntingnya masih di atas tiga puluh persen.

Data tersebut diperoleh berdasarkan bulan penimbangan balita pada bulan Februari lalu. Tingginya angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya ini menjadikan Kabupaten Tasik ditunjuk sebagai salah satu wilayah penyelenggaraan program Mobilisiasi Masyarakat Melalui Ketahanan keluarga dalam Penanganan Stunting yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerjasama dengan Universitas Padjajaran.

Laili Rahayuwati, ketua pelaksana program tersebut, mengatakan, di Jawa Barat ada dua wilayah yang ditunjuk, yakni Kabupaten Tasikmalaya dan Garut. Melalui program itu, pihaknya akan secara rutin memberikan sosialisasi, informasi, serta advokasi kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan serta penurunan angka stunting. ***