Birokrasi

Aparatur Desa Harus Melek Teknologi

initasik.com, birokrasi | Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Tasikmalaya, E.Z Alfian, menginstruksikan kepada seluruh aparat desa agar lebih melek teknologi.

Menurutnya, saat ini hampir semua pekerjaan menjadi serbadigital, termasuk pengelolaan manajemen desa dan keuangan Desa. Berdasarkan informasi dari delegasi Komisi Pemberantasan Korupsi, seluruh anggaran yang masuk ke desa mesti diinput dalam aplikasi berbasis digital yang dinamakan Sistem Keuangan Desa.

Ada beberapa anggaran yang sudah terintegrasi dalam aplikasi Siskedes, di antaranya anggaran dana desa dan bantuan provinsi. Dua sumber anggaran itu akan tercatat secara terperinci dalam aplikasi tersebut. “Ketika ada yang curang dengan menginput anggaran lain, maka sistem akan secara otomatis menolak,” tandasnya.

Di sisi lain, ia menilai, pemahaman aparatur desa yang ada di Kabupaten Tasikmalaya masih belum siap untuk menuju era digital. “Makanya kita banyak melakukan pelatihan soal itu, karena kita menilai mereka belum siap,” tegas Alfian saat ditemui di sela acara peluncuran Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Pendopo Lama, Rabu, 26 September 2018.

Ia menjelaskan, aplikasi Siskedes di setiap desa yang ada di Kabupaten Tasikmalaya saat ini masih belum berjalan secara optimal. Banyak desa yang belum mampu melakukan manajemen keuangan melalui aplikasi tersebut.

Selain masalah Sumber Daya Manusia, hambatan lain yang dihadapi adalah masalah infrastruktur desa. Kantor desa yang berada di pelosok sulit mengakses jaringan dengan baik. “Untuk hal itu, sedang kita usahakan,” tambahnya. [Eri]