Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya, Dwi Desiawan | Jay/initasik.com
Informasi

Aplikasi “Mobile JKN” Dilengkapi Fitur Deteksi Dini Penyakit

initasik.com, informasi | Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mempunyai aplikasi mobile JKN yang bisa diunduh di Play Store dan Apple Store. Aplikasi itu diluncurkan agar masyarakat dapat menikmati layanan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) melalui telepon seluler, khususnya yang menggunakan sistem android versi 4.0 ke atas dan sistem iOS 10.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya, Dwi Desiawan, menjelaskan, setelah mengunduh aplikasi tersebut, masyarakat tak perlu repot datang ke kantor BPJS Kesehatan untuk melakukan pendaftaran JKN-KIS.

“Peserta BPJS Kesehatan bisa memperoleh lima kemudahan, yaitu kemudahan untuk mendaftar dan mengubah data kepesertaan, mengetahui informasi data peserta keluarga, mengetahui informasi tagihan iuran peserta, mendapatkan informasi fasilitas kesehatan, serta kemudahan menyampaikan keluhan, pertanyaan dan jawaban seputar JKN-KIS,” tuturnya dalam jumpa pers di kantornya, Kamis, 29 Maret 2018.

Menurutnya, setelah berhasil masuk atau log in dalam aplikasi tersebut, pada halaman pertama akan ditunjukan empat menu utama, yaitu menu peserta, tagihan, pelayanan, dan menu umum. Dalam menu pelayanan, misalnya, salah satunya terdapat fitur skrining.

“Fitur ini tak kalah penting dengan fitur lainnya yang ada di dalam aplikasi Mobile JKN yang bertujuan untuk mendeteksi gejala penyakit kronis, seperti diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik dan jantung koroner. Untuk mengetahui potensi resiko kesehatan, peserta terlebih dulu harus menjawab 47 pertanyaan yang ada di fitur tersebut,” tutur Dwi.

Kharyanto, bagian SDM Umum dan Komunikasi Publik, menambahkan, melalui fitur skrining itu peserta dapat mengetahui indikasi dini penyakit. “Dengan skrining kita bisa tahu dalam tubuh ada penyakit apa, meskipun itu belum benar-benar positif. Baru deteksi dini. Itu langkah kami untuk menyampaikan ke masyarakat agar lebih waspada. Mencegah lebih baik daripada mengobati,” paparnya. [Jay]