Informasi

Aplikasi “PemkotTsm News” Caplok Media-media Daring


initasik.com, informasi | Pemkot Tasikmalaya punya aplikasi aggregator news bernama PemkotTsm News. Di dalamnya berisi media-media dalam jaringan (daring) alias online, nasional dan lokal. Kebanyakan media daring lokal.

Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Statistik Dinas Kominfo Kota Tasikmalaya, Lilis Ellia Dewi, menyebutkan, aplikasi tersebit sudah diluncurkan sejak Desember 2017. “Itu untuk mempermudah masyarakat awam yang ingin membaca berita, bisa langsung diunduh secara gratis,” ujarnya kepada initasik.com, Rabu, 4 April 2018.

Ia menerangkan, sistem pengelolaan aplikasi itu dilakukan secara otomatis. Setiap berita yang update diambil melalui Rss Feed yang ada di setiap media daring. Saat ditanya izin menyedot berita dari media-media daring, Lilis berdalih, justru hal itu akan menguntungkan bagi media itu sendiri.

“Bisa dilihat dari jumlah pembaca naiknya berapa. Kita ngga dapat uang. Kita hanya membantu rekan-rekan saja. Harusnya berterima kasih sama kita. Banyak media yang mengucapkan terima kasih, karena rating pembacanya meningkat,” tuturnya.

Beberapa pemilik media daring mengaku tidak pernah dimintai izin untuk dimasukkan ke dalam aplikasi tersebut. PemkotTsm News hanya mencaplok media-media daring tanpa permohonan apapun.

Adi Sumaryadi, praktisi IT dari Bandung, menjelaskan, saat ini banyak aplikasi agregator tersedia di pasar aplikasi, mulai dari yang mengambil dari RSS (sindikasi online) sampai integrasi dengan cara lain.

“Prinsipnya adalah sebuah media yang mengaktifkan fitur RSS seperti membolehkan siapapun untuk mengambilnya, termasuk aplikasi aggregator news. Tapi, menurut hemat saya, untuk Tasik lingkupnya kecil dan dapat mengumpulkan semua pelaku media,” tuturnya.

Karenanya, sambung Adi, lebih baik adakan pertemuan dulu. Selain untuk menguatkan sinergitas antara pemerintah dengan media, cara seperti itu ampuh untuk memberikan masukan kepada aplikasi.

“Jika memang bisa dilakukan kerja sama yang saling menguntungkan, itu akan lebih bagus. Bentuknya seperti apa mungkin bisa mencontoh aplikasi besar seperti UCNews atau BaBe. Tapi tidak melulu soal uang tentunya, lebih ke bagaimana aplikasi ini bisa saling memberikan manfaat. Asal bisa saling sinergi dan saling menjaga etika demi kemajuan daerah,” beber pria kelahiran Pangandaran itu.

Ia menyarankan aplikasi seperti PemkotTsm News seharusnya lebih fokus ke berita-berita di Tasikmalaya. Tidak seperti sekarang. Ada dari mana-mana. Berita kriminal di kota lainpun ikut masuk, karena tidak ada penyaringan saat fetching RSS. Padahal, di dalamnya tertulis tagline “Permudah akses berita termutakhir tentang Kota Tasikmalaya”. Sampai berita ini ditulis, aplikasi PemkotTsm News baru diunduh 100 pengguna android.

Di sisi lain, situs web Pemkot Tasikmalaya, tasikmalayakota.go.id, beritanya jarang diisi. Dalam laman tersebut ada sembilan kategori yang bisa diakses. Salah satunya kategori berita. Namun, isinya basi. Di dalamnya hanya satu berita tertanggal 8 Januari 2018. [Eri/Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?