Informasi

Arisan Teater Tasikmalaya; Agar Seni Pertunjukan Terus Berdenyut

initasik.com, informasi | “Karena teater ini seni yang berbeda dengan seni lainnya,” ujar Nazarudin Azhar, budayawan Tasikmalaya, saat berbincang dengan initasik.com soal kembang-kempis denyut pertunjukan teater, khususnya di Tasikmalaya.

Disebut berbeda, sambungnya, lantaran ada banyak hal yang harus disiapkan dengan matang. Melibatkan banyak orang, dan tentu saja butuh ongkos yang tidak sedikit.”Para pelaku seni harus terus berinovasi untuk menjaga eksistensi teater. Harus ada upaya yang berbeda dari sebelumnya,” tandasnya.

Untuk itulah ia mencetuskan Arisan Teater. Itu sebagai wadah bagi siapapun dan kelompok manapun yang ingin mengolah kreativitas di bidang teater. Bukan wadah resmi yang mengikat anggotanya. Sesuai namanya, pertunjukan teater dapat diselenggarakan dengan sistem arisan. Anggota harus urunan Rp 150 ribu untuk membeli peralatan pentas dan uang kas.

“Rp 100 ribu sebagai bekal untuk membeli peralatan pentas, bisa di kampus atau balai desa, dan kita bawa peralatan sendiri. Sisanya yang Rp 50 ribu untuk kas. Arisannya itu terasa di sini. Yang pentas malam ini dibantu oleh anggota lain yang urunan Rp 50 ribu itu. Buat beli konsumsi dan yang lainnya,” jelas pria yang akrab disapa Kang Nunu itu.

Menurutnya, gerakan tersebut ikhtiar yang diharapkan menjadi angin segar bagi para pegiat teater. “Semua anggota akan kebagian pentas. Saling bergotong royong untuk membantu pentas. Setiap kali selesai pementasan akan ada pengundian siapa yang akan pentas di bulan berikutnya. Mudah-mudahan ini merupakan langkah awal yang konkret,” urainya.

Dia menceritakan, perkembangan teater di Tasikmalaya sejak dulu sudah baik. Sekitar 1970 ada teater Epos dan Prasasti yang mampu membuat garapan yang sangat luar biasa. Tahun-tahun berikutnya semakin berkembang. Ada teater Gawe, Ambang Wuruk, Dongkrak dan lain-lain. “Semoga arisan teater ini menjadi satu gerakan kecil yang berharga untuk ikut menyemarakkan kesenian teater di Tasikmalaya,” harapnya. [millah/initasik.com]