Kus | initasik.com
Birokrasi

ATCS Dishub Kota Tasik Sering Bantu Ungkap Kasus Kejahatan di Jalan


initasik.com, birokrasi | Area Traffic Control System (ATCS) yang dipasang di beberapa titik di Kota Tasikmalaya, tidak hanya berfungsi untuk mengatur arus lalu-lintas, tapi juga membantu pengungkapan kasus kejahatan di jalan.

Kabid Lalulintas Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, Ahmad Suparman, menyebutkan, ATCS itu dipasang di sepuluh simpang dengan empat ruas, termasuk dipasang di kawasan Alun-alun serta Taman Kota. Total kameranya ada 28. Sedangkan operatornya tiga orang yang secara bergiliran melakukan pengecekan ke lapangan, khawatir kamera pengawas yang cukup mahal itu rusak.

“Kalau dibilang kurang, jelas sangat kurang. Dibutuhkan lagi kamera pengawasnya agar lebih banyak, sehingga selain memantau kemacetan juga kamera ini bisa membantu mengungkap kejahatan di jalanan. Karena tidak sekali dua kali saja, cukup sering polisi datang ke sini meminta rekaman kamera yang kami miliki untuk kebutuhan penyidikan. Berbagai kasus, mulai pencurian, perkelahian, dan sebagainya, termasuk pencegahan rencana aksi tawuran geng motor dan lainnya,” papar Ahmad.

Untuk kasus kejahatan, menurut salah seorang operator, Hikmah Fauziah, ketika terlihat di kamera sedang terjadi maka langsung memberitahukan kepada atasannya yang langsung mengontak polisi.

“Pernah ada aksi pengeroyokan yang berhasil dengan cepat dilerai dan para pelakunya diamankan di Indihiang, karena memang terlihat jelas di kamera pengawas yang kemudian dilaporkan kepada polisi. Dulu juga ada aksi kekerasan yang mengambil sepeda motor, juga berhasil diungkap,” kata Hikmah.

Kamera pengawas di ATCS ini juga lebih memudahkan melakukan pemantauan dari para petugas lapangan Dishub Kota Tasikmalaya, yang kemudian bergerak cepat ketika terjadi kemacetan disalah satu titik jalan raya. Terutama pada mudik lebaran kali ini, diharapkan petugas bisa bergerak cepat ketika penumpukan terjadi baik pada saat mudik ataupun balik lebaran.

Ahmad menambahkan, ATCS itu tidak didukung dengan fasilitas kamera pengawas yang memadai. Tidak semua ruas jalan dilengkapi dengan kamera pengawas. Begitupun pada satu persimpangan yang tidak bisa memantau seluruh jalan secara bersamaan.

“Karena kameranya hanya satu, seperti di kawasan Jalan Simpang Lima yang rawan kemacetan karena merupakan arah lalu lintas pemudik yang hendak menuju Jawa Tengah melalui Ciamis. Di sana hanya ada satu kamera. Jika kamera mengarah ke depan, maka bagian belakangnya tidak terlihat. Itu juga terjadi di sejumlah ruas jalan dan persimpangan yang kami simpan kamera pengawas,” tuturnya. [Kus]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?