Peristiwa

Audiensi Soal Sampah di Singaparna, Warga Desak Pemkab

Kabupaten Tasik | Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Kabupaten Tasikmalaya menemui Komisi III DPRD Kabupaten Tasikmalaya untuk mencari solusi atas penumpukan sampah di Singaparna, Senin, 25 Januari 2016. Selama beberapa jam, diskusi berlangsung antara warga dan Komisi III serta Dinas Tata Ruang dan Pemukiman. Meski diundang resmi, bupati Uu Ruzhanul Ulum tidak hadir.

Koordinator Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Kabupaten Tasikmalaya Asep Abdul Rofik, menegaskan, kondisi penumpukan sampah di Singaparna sudah layak diprotes keras. Soalnya, pemerintah daerah terkesan adem ayem dan hanya bisa bekerja setelah mendapat gebrakan warga.

“Pokoknya kalau tidak ada solusi di forum ini, kita akan buang sampahnya ke Alun-alun Singaparna. Tuntutan kita jelas, sampah harus sudah diangkat dan dibuang, karena dikhawatirkan berimbas pada timbulnya penyakit di masyarakat, juga konflik sosial,” tutur Asep kepada wartawan.

Salah seorang warga Singaparna yang tidak diketahui namanya pun ikut menyampaikan unek-uneknya. “Pak Uu jeung pak Ade kan orang pesantren,  kunaon teu diamalkeun? Membersihkan sampah kan ibadah. Warga Singaparna mah balageur, tara demo. Tapi lamun disundut bisa leuwih gelo. Tolong masalah ini mohon bertanggung jawab semua,” tandasnya.

Menanggapi keluhan itu, Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Ika Dahlika berjanji akan mengangkut sampah asalkan akses jalan menuju Tempat Pembuangan Sampah di Nangkalea dibuka.

“Kalau jalan ditutup, kemana kami harus buang? Permintaan masyarakat ini akan kita realisasikan di tahun anggaran 2016. Itu sudah dianggarkan, tapi kan tidak seperti makan cengek,” ujarnya seraya menambahkan, pemerintah akan memenuhi permintaan warga Desa Sukasukur untuk memperbaiki jalan yang rusak, pengadaan air bersih dan sanitasi.

Wakil Ketua Komisi III Ami Fahmi mengatakan akan memonitor langsung realisasi janji pemerintah tersebut. Menurutnya, warga Sukasukur  sewajarnya diperhatikan, karena sudah berbaik hati wilayahnya jadi penampungan sampah.

“Ini masalah bersama.  Kita dari legislatif meminta kalau sudah ada armada untuk secepatnya diperbantukan.  Kami akan memonitor langsung.  Dalam satu minggu ini harus sudah tuntas. Kita dorong Distarkim lakukan itu,  kami sangat siap mengawal,” tuturnya. initasik.com|ysf

Komentari

komentar