Etalase

Awalnya Garap Sandal, Kini Miftahul Anwar Mahir Warnai Kendaraan

initasik.com, etalase | Puluhan tahun bekerja di pabrik sandal, khusus pewarnaan, cukup bagi Miftahul Anwar untuk mengasah potensi diri.Sejak berusia 16 tahun, pekerjaan sehari-harinya tak jauh dari cat. Meng-airbrush sandal.

Suatu waktu, ia iseng mengecat motornya sendiri. Di luar dugaan, banyak yang menanyakan di mana mewarnai motor seperti itu. “Saya masih ingat, waktu itu motor bektu, coba-coba. Iseng. Terus dibawa nongkrong di kota, banyak yang menanyakan. Setelah dijelaskan, ada yang menyuruh saya untuk mewarnai motornya. Saya kerjakan di sela mengecat kelom,” kenang Miftah saat ditemui di bengkelnya, Jl. Tamansari (Gobras), Gunung Kanyere, Kelurahan Mulyasari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.

Dia menceritakan, mulai dari kendaraan sendiri dijadikan percobaan, lalu merambah kepada teman-temannya. Akhirnya, itu telah menjadi mata pencaharian. Mewarnai sandal mulai ditinggalkan.

Ia mengaku dapat banyak uang dari airbrush motor, ketimbang dari sandal. Bahkan punya delapan pegawai. “Saya sampai bisa ngirim cover pancing hasil airbrush-an ke Perancis. Alhamdulillah, saya bisa membangun bengkel sendiri. Asalnya ini bengkel seperti gubuk,” terang pria berusia 37 tahun itu.

Ia tidak pernah menyangka bakalan seperti sekarang, terlebih pengetahuan dan wawasan dalam seni mewarnai tidak banyak. Hanya mengandalkan kemampuan dari mengecat sandal kelom, sesuai pengalamannya, asalkan memiliki kemauan dan kerja keras apapun akan bisa diraih.

“Terus belajar. Cari informasi dan tidak monoton, sekarang saya selain meng-airbrush juga suka memodifikasi trail. Peluang usaha di sini besar. Intinya jangan sampai membuat orang kecewa,” pungkasnya.[Syaepul]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?