Ato Rinanto bersama pasien | Jay/initasik.com
Informasi

Awas! Pil “Zombie” Sudah Masuk ke Kabupaten Tasik

initasik.com, informasi | Awas! Pil “zombie” telah masuk ke daerah Kabupaten Tasikmalaya. Sudah ada 12 remaja yang menjadi korban keganasannya. Mereka adalah warga Kecamatan Pagerageung. Dominan masih duduk di bangku SMP. Sembilan di antaranya harus dibawa ke rumah sakit.

Setelah mengonsumsi pil ex***r mereka mengalami efek yang hampir sama dengan pil PCC. Selain hilang kesadaran, penggunanya merasa mual, kejang-kejang, hingga menjulur-julurkan lidah.

Sampai sekarang, empat di antaranya masih ditangani medis. Bahkan, satu dari empat orang itu harus dirawat intensif di ruang Cardiovascular Care Unit (CVCU). Sedangkan lima orang sudah dibolehkan pulang.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengaku terkejut dengan munculnya kasus tersebut. Apalagi korbannya anak-anak remaja yang masih sekolah.

“Saya harap kepolisian bisa mengusut tuntas kasus ini. Mata rantainya harus diputus. Bisa jadi Kabupaten Tasikmalaya menjadi target peredaran pil itu,” tandasnya di sela menengok korban di salah satu rumah sakit swasta di Kota Tasikmalaya, Senin, 25 September 2017.

Ia menjelaskan, ke-12 korban itu makan pilnya tidak bersamaan. Waktu dan tempatnya berbeda. Namun, semua pil tersebut berasal dari satu orang berinisial R, 15 tahun, warga Pagerageung yang sudah pindah domisili ke Bekasi.

ZR, salah satu korban, menceritakan, ia minum pil tersebut pada Sabtu pagi, 23 September 2017. Minum dua butir. Asalnya biasa saja. Tidak ada reaksi berlebihan. Namun, esok harinya, Minggu, ada efek aneh. “Dapat dari teman. Katanya permen,” ucapnya.

Cch, ibunda ZR, menambahkan, “Kemarin itu dia masih tidur. Karena sudah siang, sudah jam sepuluh, saya bangunkan dia. Tapi malah kejang-kejang. Matanya tinggal yang putih. Mulut bengo. Saya kira mau mati. Alhamdulillah masih selamat.”

AE, korban lain yang berbeda desa dengan ZR, mengatakan, ia dan empat temannya minum empat butil pil yang dicampur dengan air kopi. Satu gelas diminum berlima. Minumnya Kamis sore, namun terasa reaksi kerasnya hari Sabtu. Efeknya sama dengan yang dirasa ZR.

Atas kejadian tersebut, Ato Rinanto menambahkan, KPAI akan melakukan sosialisasi ke lembaga-lembaga pendidikan untuk menyampaikan bahwa pil berbahaya itu sudah masuk ke Kabupaten Tasikmalaya.

“Kami harap orangtua lebih memerhatikan anak-anaknya. Cermati pergaulannya. Dengan siapa saja mereka berteman. Juga yang tak kalah penting adalah mengikuti perkembangan informasi supaya bisa lebih waspada,” bebernya. [Jay]