Peristiwa

Bagaimana Seseorang Disebut Miskin?

Kota Tasik | Badan Pusat Statistik (BPS) punya kategori sendiri untuk menentukan seseorang sebagai warga miskin atau bukan. Indikator dominan yang dijadikan penilaian adalah kemampuan memenuhi kebutuhan makanan dan nonmakanan.

Kasi Statistik Sosial BPS Kota Tasikmalaya, Adih Kusnadi, menyebutkan, untuk kebutuhan makanan diukurnya berdasarkan 2.100 kilo kalori per kapita per hari. Jika tidak mampu memenuhi kalori sebanyak itu, seseorang masuk kategori miskin.

“Kalau dirupiahkan, untuk kebutuhan makanan dan nonmakanan berdasarkan tahun 2013 sebesar Rp 337.841 per orang per bulan. Kalau di bawah itu maka dikategorikan miskin,” ungkapnya kepada initasik.com, Jumat, 20 Februari 2015.

Menurutnya, besaran rupiah itu pasti berubah-ubah menyesuaikan harga kebutuhan pokok di pasaran. Ia mencontohkan, garis kemiskinan tahun 2012 sebesar Rp 317.037 per orang per bulan. Di 2008 malah lebih kecil, yaitu hanya Rp 221.105.

Ditanya soal angka kemiskinan yang masih melilit kota ini, Adih menjawab, “Berdasarkan data makro yang dipublikasikan BPS Pusat, tahun 2013 ada 17,19 persen. Untuk tahun 2014 belum ada rilisnya. Biasanya rilisnya bulan Maret atau September, karena kita menghitungnya per Desember.”

Ia menuturkan, sejak 2008 sampai 2013 angka kemiskinan di Kota Tasikmalaya menunjukkan penurunan. Dari 26,08 persen di 2008, turun menjadi 23,55 persen (2009), lalu 20,71 persen (2010), kemudian 19,98 persen (2011), dan 18,92 pada 2012.

“Kalau itu Kecamatan Tamansari dan Kawalu yang paling banyak. Tamansari ada 41.827 jiwa, sedangkan Kawalu 40.515. Itu berdasarkan data 2011,” jawab Adih saat ditanya kantung kemiskinan yang paling banyak di Kota Tasikmalaya. Namun ia belum bisa memberikan data terkait sektor mana saja yang menyimpan angka kemiskinan terbanyak, apakah di pertanian atau sektor lain. initasik.com|ashani

Komentari

komentar