Peristiwa

Balada Odah Butuh Darah

Kabupaten Tasik | Odah. Namanya khas kampung. Memang. Perempuan berusia 52 tahun itu tinggal di Desa Gunungtanjung, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Tak ada yang mengenalnya selain keluarga dan orang-orang sekitar.

Maklum, ia rakyat papa seperti kebanyakan. Ibu rumah tangga biasa. Hidup biasa sulit. Ternyata, jelang kematiannya pun terbentur kesulitan. Odah meninggal dunia di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya, Kamis, 11 Desember 2014, malam. Upaya keluarga menyelematkan nyawanya mentok sampai ruang IGD.

Odah meregang nyawa lantaran pendarahan di otak. Kamis pagi, ia jatuh dari motor. Kepalanya terbentur benda keras. Ia dibawa ke Puskesmas. Petugas angkat tangan. Harus dirujuk ke rumah sakit.

Tapi, karena ada biaya Rp 400 ribu untuk ongkos ambulans, pihak keluarga membawanya pulang. Di rumah, kondisinya semakin parah. Pasrah. Odah dibawa ke rumah sakit. Dokter mengharuskan transfusi darah. Butuh dua labu. Keluarga kasak-kusuk cari pendonor. Setelah tanya sana-sini, didapatlah dua orang dengan golongan darah A. Mereka mengikhlaskan darahnya disedot di UTD PMI Kabupaten Tasikmalaya.

Rupanya masalah belum beres. Darah harus ditebus. Harganya Rp 360 ribu per labu. Mereka kelimpungan. Pihak keluarga mengaku tidak punya uang. Sekitar pukul sepuluh malam, darah baru bisa ditebus satu labu. Padahal donor dilakukan dua jam sebelumnya. Namun, belum juga darah itu digunakan, takdir berkata lain. Odah dipanggil Yang Maha Kuasa.

Soal biaya pengganti pengolahan darah, Direktur UTD PMI Kabupaten Tasikmalaya, dr. Tata T. Rachman, membenarkannya. Sejak Maret 2014 biayanya jadi Rp 360 ribu. Tidak lagi Rp 250 ribu. Itu berdasarkan Keputusan Pengurus Pusat PMI Nomor 017/Kep/PP PMI/2014.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. Cecep Z. Kholis, menyarankan, untuk warga Kota Tasikmalaya yang berasal dari keluarga tidak mampu bisa menggunakan program Jaminan Kesehatan Daerah.

Cara mendapatkannya mudah. Cukup membawa surat keterangan tidak mampu dari kelurahan setempat. Surat itu diserahkan ke Dinas Kesehatan untuk dibuatkan rekomendasi. “Tidak hanya untuk orang sakit, kecelakaan pun bisa. Pokoknya yang memerlukan pelayanan medis, termasuk kebutuhan darah,” tandasnya, Jumat, 12 Desember 2014. initasik.com|ashani

Komentari

komentar