Peristiwa

Bale Kota Tasik Jadi Tempat Transaksi Narkoba

Kota Tasik | Tempat hiburan malam, seperti karaoke, biasanya identik dengan peredaran narkoba. Tapi itu dulu. Kini, para pengedar dan pemakai narkoba tak melulu menjadikan tempat hiburan untuk transaksi barang haram tersebut.

Agar aksi jual-beli narkoba tak mudah terendus polisi, mereka melakukannya di tempat-tempat yang tak diduga sebelumnya. Salah satunya depan Bale Kota Tasikmalaya. Transaksinya pun tidak dilakukan tatap muka.

Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya Kota, AKP Erustiana, menyebutkan, saat ini transaksi narkoba kian sulit dilacak. Ia mencontohkan, untuk membeli sabu-sabu, pembeli harus transfer uang dulu ke pengedar.

Jika uang sudah dikirim, nanti pengedar akan menempelkan sabu-sabu pesanan di sebuah tempat yang telah disepakati. “Penempelannya sendiri acak, bahkan tembok Bale Kota Tasikmalaya menjadi salah satu tempat transaksi,” ujarnya dalam gelar perkara di Mapolresta, Selasa, 24 November 2015.

Informasi itu didapat setelah polisi menangkap AP, warga Ciawi Kabupaten Tasikmalaya, dan SW, warga Babakan Payung Kota Tasikmalaya. Keduanya ditangkap tangan  saat pesta narkoba di rumah D, warga Perum Cendrawasih Kota Tasikmalaya, Senin, 23 November 2015, malam.

Barang bukti berupa sabu-sabu jenis blue ice seberat 20 gram diciduk dari tangan mereka. Selain itu, uang sebesar Rp 6 juta, alat penghisap sabu-sabu, dan timbangan pun diamankan polisi. “Sabu-sabu jenis blue ice ini tergolong baru di Tasikmalaya,” sebut Erustiana.

Selain sabu-sabu, dalam kesempatan berbeda, polisi pun menangkap penjual minuman keras. initasik.com|shan

Komentari

komentar