Asep Supratman | Dok. pribadi
Informasi

Banggar Usulkan Bentuk Tim Investigasi, Dirut PDUP: Itu Sangat Saya Tunggu

initasik.com, informasi | Target pemasukan Rp 100 juta bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tasikmalaya dari Perusahaan Daerah Usaha Pertambangan (PDUP), memantik tanya Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Tasikmalaya yang berujung pada penolakan besaran target tersebut.

Anggota Banggar, Dr. Basuki Rahmat, mengusulkan membentuk tim investigasi untuk menelisik aliran keuangan di PDUP. Ditengarai banyak persoalan di dalamnya yang berakibat adanya penurunan pendapatan.

Usulan pembentukan tim investigasi itu disambut terbuka Direktur Utama (Dirut) PDUP, Asep Supratman. “Tim investigasi itu sangat saya tunggu. Biar mereka paham. Aturan yang kita pakai kan perda juga,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat, 25 Agustus 2017.

Ia mengaku sangat menanti untuk diaudit supaya semuanya jelas dan tidak didisclaimer BPK lagi. “Dulu kita didisclaimer karena memang kepengurusannya tidak jelas. Kami sangat menanti diinvestigasi, karena ini era keterbukaan. Jangan dikira di kita ada rampok, ada penyelewengan. Kita tidak mengharapkan seperti itu. Kita sangat terbuka untuk diaudit,” tuturnya.

Menurutnya, sejak pendirian SPBU Cikatomas, dari 2007 sampai 2014, kepengurusan PDUP tidak jelas. Tidak ada jajaran direksi, sehingga kegiatannya tidak ada. “Uang hasil dari SPBU Cikatomas itu langsung disetorkan ke Pemda. PDUP hanya diberi 2,5 juta sampai 5 juta dari 250 juta itu,” sebutnya.

Baca juga: Badan Anggaran DPRD Kabupaten Tasik Tolak Target PAD dari PDUP

Namun, sejak kepengurusan PDUP dibenahi, pendapatan dari SPBU tidak langsung disetorkan ke Pemda. Dipakai dulu untuk belanja pegawai, operasional dan lainnya, sehingga ada saldo laba bersih setelah dipotong pajak sekitar Rp 200 juta.

“Sisa yang Rp 200 juta itu, sesuai perda pendirian PDUP, dibagi dua. Lima puluh persen untuk PDUP, setengahnya lagi untuk PAD. Maka target kita itu Rp 100 juta. Perlu diketahui, yang Rp 250 juta itu dari SPBU Cikatomas. Kalau SPBU Martadinata belum maksimal,” terang Asep.

Baca juga: Target Pendapatan PDUP Berkurang, Banggar Usulkan Bentuk Tim Investigasi

Ia menyebutkan, dalam satu hari SPBU Cikatomas rata-rata menjual bahan bakar semua jenis sebanyak 20 ton. “Setelah SPBU itu dikelola PDUP, ada peningkatan laba. Waktu dikelola pihak ketiga, labanya hanya Rp 26 juta. Sekarang sampai Rp 50 juta per bulan,” ungkapnya. [Jay]