Peristiwa

Bangun Budaya Baca Butuh Rencana Aksi, Bukan Hanya Seremoni

Kabupaten Tasik | Pembangunan itu bukan hanya mengaspal jalan. Bukan juga cuma membuat jembatan atau memperbaiki gedung. Ada hal lain yang tak kalah pentingnya, yaitu membangun pola pikir. Salah satunya lewat membaca buku.

“Semua negara maju tingkat literasinya bagus. Mereka jor-joran mengeluarkan anggaran untuk meningkatkan kemampuan literasi masyarakatnya,” sebut Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Jawa Barat, Opik, dalam satu kesempatan.

Pria yang punya nama pena Nero Taopik Abdillah itu menyebutkan, berdasarkan hasil penelitian, tingkat minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah. Indeksnya 0,001. Skala 1:1000. Artinya, dari seribu warga Indonesia, hanya satu orang yang punya minat baca.

Ia bersyukur, di Kabupaten Tasikmalaya sudah dicanangkan Gerakan Tasikmalaya Membaca. Itu awal yang bagus. Namun, itu baru permulaan. Perlu aksi-aksi selanjutnya yang lebih konkret. Bukan hanya seremoni.

“Pemerintah harus membuat rencana aksi daerah untuk gerakan masyarakat membaca. Kemudian diimplementasikan dalam perda atau perbup. Harus ada aturan yang mengikat untuk menjalankan aksi strategi tersebut,” paparnya.

Menurut dia, setelah aturannya jelas, segera rangkul masyarakat yang aktif di TBM atau sejenisnya. Jangan berjalan sendiri-sendiri. “Ajak para pegiat TBM untuk membangun sistem yang baik. Sinergi itu penting. PR kita sangat berat. Kalau tidak berjamaah, sulit menggerakkan masyarakat membaca,” tandasnya. initasik.com|shan

Komentari

komentar