Peristiwa

Bangun Taman Masjid Agung Perlu Rp 10 Miliar

Kota Tasik | Selain Alun-alun, Kota Tasikmalaya bakal punya taman kota yang konsepnya lebih modern dan artistik. Akan ada air menari alias dancing water, saung berpayung, taman baca, tempat berundak-undak, dan dekorasi lainnya.

Lantaran berada persis di seberang Masjid Agung Kota Tasikmalaya, kelak rencananya akan diberi nama taman Masjid Agung. Tempatnya persis di bekas kantor DPRD Kabupaten Tasikmalaya yang kini sudah rata dengan tanah.

Untuk meratakan tanah seluas 4.500 m2 itu, Pemkot Tasikmalaya mengeluarkan anggaran sampai Rp 120 juta.

“Tahun ini akan dimulai pembangunannya,” sebut Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, saat memberikan sambutan dalam musrenbang tingkat Kecamatan Indihiang di GOR Kelurahan Indihiang, Selasa, 19 Januari 2016.

Taman itu, sambung Budi, akan menjadi ikon baru Kota Tasikmalaya. “Nanti akan dibuat sepuluh air mancur yang merupakan barang impor. Namanya dancing water. Cai nu bisa dansa. Engke diparoto nya di taman eta,” ujarnya berseloroh.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Kota Tasikmalaya, Yono S Karso, menambahkan, untuk membangun taman itu diperlukan anggaran Rp 10 miliar. Tahun ini, APBD kota sudah menganggarkan Rp 2 miliar.

Untuk menutupi kekurangannya, Pemkot Tasikmalaya sedang berusaha minta bantuan ke Dirjen Cipta Karya. “Sudah ada lampu hijaunya, mudah-mudahan direalisasikan. Kalau hanya mengandalkan APBD kota sangat berat,” tandas Yono.

Ia menyebutkan, saat ini pihaknya sedang menyusun rencana kerja dan anggaran (RKA), dan diagendakan Februari mulai lelang. “Kira-kira awal April sudah mulai pembangunannya. Kita targetkan selesai 2017. Tapi kalau pemerintah pusat tidak memberikan bantuan, selesainya bisa lebih lama lagi,” bebernya. initasik.com|shan

Komentari

komentar