Peristiwa

“Bantuan Buku, Jelas Akan Sia-sia”

Kota Tasik | “Kalau sampai kepada sasarannya mah, bagus. Itu artinya pemkot betul-betul mau membangun mental-spiritual masyarakat,” jawab pendiri Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Puitika, Saeful Badar, saat ditanya soal rencana Pemkot Tasikmalaya yang akan membagikan puluhan ribu buku ke kecamatan dan kelurahan, Selasa, 4 Agustus 2015.

Menurutnya, “Tidak semua kelurahan memiliki perpustakaan yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Bahkan boleh dikata, hampir semua kelurahan tidak memiliki perpustakaan. Jikapun ada, tidak dikelola dengan baik.”

Ia melanjutkan, “Saya yakin hampir semua warga masyarakat tidak memiliki akses yang baik untuk membaca di perpustakaan kelurahan. Lain soal jika pihak kelurahan mau secara proaktif menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk giat membaca. Tapi sampai sejauh ini, saya belum lihat upaya ke arah itu. Bantuan buku, jelas akan sia-sia.”

Menurutnya, agar tidak sia-sia buku-buku itu harus disalurkan ke tempat-tempat yang bisa memanfaatkannya. “Jangan hanya asal menyalurkan, sudah itu habis perkara. Bari teu apal nepi atawa henteu kana sasaran,” tandasnya.

Harusnya, sambung pengelola Sanggar Sastra Tasik itu, sebelum bantuan buku turun, perpustakaan di kelurahan-kelurahan harus sudah siap. “Bukan hanya menyiapkan tempat, tapi harus menyiapkan SDM yang mengelolanya. Percuma kalau perpustakaannya cuma plang nama saja. Terus, seluruh pegawai kelurahan harus lebih dulu memiliki minat dan kebiasaan membaca, sebelum kemudian mereka mengajak masyarakat untuk mau membaca,” tuturnya. initasik.com|shan

Komentari

komentar