Ilustrasi | Dok. initasik.com
Birokrasi

Bantuan dari Pemerintah Kerap Merembes di Tengah Jalan

initasik.com, birokrasi | Bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, atau kabupaten, kerap merembes di tengah jalan. Dari hulunya dapat bantuan Rp 1 juta, misalnya, sampai hilir tersisa Rp 400 ribu.

“Dari pusatnya dapat bantuan lima lantai, sampai daerah tinggal tiga lantai,” ujar Wakil Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, memberikan analogi saat menghadiri peresmian pembangunan Desa Tanjungsari, Gunungtanjung, Senin, 16 April 2018.

Ade menjelaskan, hal seperti itu sampai sekarang masih terjadi. Karenanya, dana desa dari pemerintah pusat langsung diberikan ke desa, tanpa melalui provinsi atau kabupaten. Alasan lainnnya adalah untuk mempercepat pembangunan di desa.

Menurutnya, pegawai zaman sekarang tidak hanya suka makan nasi, tapi juga “makan” semen, aspal, pasir dan lain-lain. Belum lagi proses administrasi di birokrasi. “Bantuan dari kabupaten Rp 1 juta, sampai desa tinggal Rp 400 ribu. Yang Rp 600 ribunya katanya uang administrasi, digigit tikus, terbawa angin dan macam-macam. Itu penyakit kita bersama,” tuturnya. [Eri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?