Olahraga

Banyak Orang Tasik Berwisata Arung Jeram di Sungai Serayu Jawa Tengah

initasik.com, olahraga | Sungai Serayu di Madukara, Banjarnegara, Jawa Tengah, telah menjadi ikon wisata alternatif dan destinasi wisata andalan Kabupaten Banjarnegara. Setiap bulan, tidak kurang dari 2.000 orang melakukan kegiatan wisata arung jeram di sungai yang mengalir dengan sumber mata air di Gunung Dieng Wonosobo itu.

Pengelola Banyu Wong Adventure Sungai Serayu, Tri Haryanto, menyebutkan, sungai tersebut memiliki tingkat kesulitan 3 plus, namun dengan river guide professional serta pengelolaan yang baik, sungai itu jadi magnet bagi para penggemar wisata arung jeram.

“Banyak orang Tasikmalaya dan sekitarnya yang datang ke sini untuk berarung jeram. Bukan orang yang sudah biasa atau para penggiat olahraga arus deras, mereka adalah PNS dari instansi pemerintahan,” sebut Tri.

Menurutnya, sebelum Ramadan kemarin, ada pegawai Setda Pemkot Tasikmalaya sengaja datang berwisata arung jeram Sungai Serayu. “Kalau dari para penyuka olahraga arus deras memang banyak dan sering datang, baik yang rafting, bermain kayak, ataupun riverboard,” ujar Tri yang mengembangkan sendiri wisata rafting di Sungai Serayu sejak delapan tahun lalu.

Di sana bukan hanya menjual wisata arung jeram, namun juga konsep wisata terpadu. Lahan seluas 3,7 hektar dibuat seperti outbond, camping ground, paintball, cottage, restoran, hingga tempat meeting, dan pernikahan.

Tak heran, ketika sepi pengunjung yang berwisata arung jeram, pelayanan tetap berjalan bagi mereka yang melaksanakan kegiatan lain dengan pemandu yang telah dipersiapkan pada masing-masing keahliannya.

Selain semua fasilitas yang disiapkan, wisawatan juga bisa mendatangi destinasi wisata lain yang jaraknya tidak terlampau jauh, seperti kawasan Dieng Plateu di Gunung Dieng yang menawarkan wana wisata mengagumkan.

“Setiap tahun rutinitasnya nyaris sama. Awal tahun biasanya para penggiat yang datang, mulai sekitar April baru dari dinas intansi pemerintahan, dan terus berjalan hingga akhir tahun, kemudian keluarga dan perusahaan swasta. Alhamdulillah kini wisata ini bisa menggerakkan roda ekonomi dan mampu menyerap tenaga kerja dari warga sekitar,” paparnya. [Kus]