Peristiwa

Banyak Pedagang Kurma Dadakan Lantaran Omzetnya Manis

initasik.com, peristiwa | Bibing Habibulloh biasanya jualan nangka. Mangkal di Jl. KH Zainal Musthafa. Tapi, setiap masuk Ramadan, jualannya ditambah. Fokus ke kurma. Pria berusia 57 tahun itu sudah lima tahun jadi pedagang kurma dadakan.

Untungnya lumayan. Begitu jawab Ibing saat ditanya alasan jualan kurma. Dalam sehari bisa menjual 20 kilogram sampai 30 kilogram.

Bibing tak sendirian. Di Kota Tasikmalaya ini ada banyak pedagang kurma dadakan yang sebelumnya jualan macam-macam.Bahkan ada pula pelajar yang juga jualan kurma. Namanya Hardian.

Ia masih duduk di bangku kelas 3 SMK. Dalam sehari, ia mengaku bisa mendapat pendapatan kotor sampai Rp 1 juta.

Menurutnya, ada dua jenis kurma yang saat ini menjadi andalan di pasaran, yaitu kurma rabbe dan kurma golden valley. Kurma rabbe memiliki kelebihan tekstur yang sedikit lebih keras dan kenyal. Sedangkan golden valley teksturnya lebih lembek dan cocok dijadikan campuran membuat kue.

Perbedaan paling mencolok ada pada warna dan ukurannya. Kurma golden valley warnanya lebih kekuning-kuningan dan ukurannya lebih besar. Sedangkan kurma jenis rabbe warnanya lebih hitam pekat dan ukurannya lebih kecil bila dibanding golden valley.

“Dalam sehari, omzet yang dihasilkan sampe Rp 1 jutaan. Kalau harga perkilonya, golden valley itu 45 ribu, sedangkan rabbe 65 ribu,” sebut Hardian. [eri/initasik.com]